Pemupukan Berimbang Tingkatkan Hasil Panen

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto

Pemupukan Berimbang Tingkatkan Hasil Panen

Petrokimia Gresik mendorong petani untuk terus mengaplikasikan pola pemupukan berimbang dengan komposisi 5:3:2. Artinya 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK PHONSKA, dan 200 kg pupuk Urea per hektar sawah. “Selama ini di berbagai area demonstrasi plot (Demplot) sawah yang memakai formula 5:3:2 terbukti berhasil meningkatkan hasil panen. Rata-rata 1 sampai 2 ton gabah kering panen (GKP) per hektar,” kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto di sela acara penyerahan penghargaan untuk kelompok petani peserta Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) berprestasi beberapa waktu lalu. Acara dilangsungkan berkaitan dengan ulang tahun ke 44 Petrokimia Gresik.

Nugroho Christijanto menjelaskan, program GP3K merupakan salah satu solusi meningkatkan produksi beras guna mewujudkan ketahanan pangan nasional yang menjadi target pemerintah. Pada 2015 Petrokimia Gresik mendapat tugas menanam di lahan seluas 400.000 hektar, terlaksana 405.571, atau 101 persen. Rata-rata peningkatan hasil panen sebesar 1,30 ton/hektar. Sedang di tahun 2016, Petrokimia Gresik kembali ditugaskan menanam padi di lahan seluas 400.000 hektar. Saat ini sudah terlaksana 361.838 hektar atau 90 persen, dengan rata-rata peningkatan 1,20 ton/hektar. “Kami yakin tugas ini dapat terlaksana 100 persen. Petani yang dibina tersebar di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Ini akan menyebar ke petani lain,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut ada tujuh kelompok tani  peserta program GP3K yang mendapat penghargaan, yaitu; Kelompok tani Tani Makmur dari Lamongan, kelompok tani Grobogan dari Jombang, Karya Makmur dari Tulungagung, Sri Rejeki dari Sragen, Pari Kesit dari Karanganyar, Tani Makmur I Boyolali, dan Grengseng dari Kulonprogo. Adapun kriteria penilaian kelompok tani berprestasi adalah kelompok tani dengan lahan minimal 50 hektar, aktif dan patuh mengikuti anjuran petugas teknis dalam aplikasi formula 5:3:2, dari kabupaten dengan areal GP3K terluas, serta memiliki produktivitas sawah minimal 12 ton per hektar. (Surya/Humas)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *