Pupuk Unggulan untuk Tanaman Perkebunan

Petrokimia Gresik sebagai perusahaan pupuk terlengkap di Indonesia tidak berhenti berinovasi. Berbagai produk invovasi unggulan terus diciptakan untuk melayani petani dan industri pertanian di Indonesia. Salah satu produk inovasi yang saat ini sedang gencar dipasarkan adalah pupuk NPK Kebomas. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada buidaya tanaman perkebunan, baik yang dikelola petani maupun perusahaan swasta maupun BUMN.  Respon pasar ternyata sangat menggembirakan, selain pemintaan dari perusahaan perkebunan lokal produk ini juga telah diekspor ke beberapa negara.

Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto, NPK Kebomas merupakan pupuk majemuk dengan kandungan unsur hara yang lengkap, mulai dari unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Keunggulan produk ini adalah pada formula atau kandungan unsur haranya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen . “Pupuk ini merupakan pupuk nonsubsidi bersifat customized product yang bisa diproduksi sesuai spesifik komoditas tanaman dan lokasi tanam konsumennya. Konsumen utama pupuk ini adalah perusahaan pengelola tanaman perkebunan,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini Petrokimia Gresik telah memproduksi NPK Kebomas dengan 46 jenis formula yang berbeda untuk berbagai jenis komoditas, seperti; Kelapa sawit, tembakau, tebu, kopi, kakao, karet, teh, buah-buahan dan tanaman lainnya. Selain memenuhi pasar dalam negeri, pupuk ini juga telah diekspor ke India, Philipina, Thailand, Brasil dan Nigeria. “Kepercayaan pasar luar negeri pada produk kita ternyata cukup tinggi. Sejak tahun 2010 hingga tahun 2015, kita sudah mengekspor pupuk NPK Kebomas sebanyak 674.000 ton,” ujarnya.

Untuk memperluas wilayah pemasaran pupuk NPK Kebomas beberapa waktu yang lalu telah dijalin kerjasama dengan Pusat Koperasi Jasa Kartika Tanjungpura. Menurut  Nugroho Christijanto, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah merupakan daerah potensial untuk pasar pupuk nonsubsidi. Luas areal tanam dua provinsi tersebut mencapai 3.071.145 hektar. Dengan luasan tersebut dibutuhkan banyak pasokan pupuk, terutama NPK Kebomas. “Kami tengah melakukan penetrasi dan perluasan pasar di wilayah potensial seperti di Kalbar dan Kalteng. Dengan tujuan untuk mengenalkan, memperkuat, dan meningkatkan penjualan pupuk NPK Kebomas,” jelas Nugroho. (Sumarsono)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *