Petroganik Tingkatkan Produksi Padi

Penelitian yang dilakukan Laboratorium Bioteknologi Tanah, Departemen Ilmu tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB, membuktikan pupuk organik  dapat menjadi sumber unsur hara di dalam tanah,  misalnya unsur Ca, Mg, S maupun unsur hara mikro.  Selain itu, pupuk organik yang ditambahkan dapat menonaktifkan  unsur atau senyawa yang bersifat racun dan sekaligus dapat mempermudah pengambilan unsur hara sehingga efisiensi pengambilan hara meningkat. Pupuk organik juga berfungsi menyediakan bahan organik bagi tanah agar tanah menjadi gembur, berporous sehingga dapat mengikat air lebih banyak.  Selain itu juga mendorong mikroba tanah yang bermanfaat untuk berkembang dengan baik, serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik sehingga dapat menurunkan dosis penggunaan pupuk anorganik.

Pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk organik yang diaplikasikan oleh petani dalam suatu hamparan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, membuktikan hasil panen yang meningkat.   Pupuk anorganik yang digunakan  adalah PHONSKA sedangkan pupuk organik yang dipakai adalah Petroganik produksi Petrokimia Gresik. Produksi rata-rata lahan sawah petani mencapai 8 ton gabah kering panen, sangat jauh melebihi produksi padi rata-rata nasional yang berkisar sekitar 4,85 ton/ha. Dari hasil pengamatan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada jumlah anakan produktif dan jumlah gabah per malai pada areal demfarm dibandingkan dengan areal  petani sekitar yang belum menggunakan Petroganik dan PHONSKA sesuai anjuran.

Hasil pengamatan di Magetan juga menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan pada jumlah anakan produktif dan jumlah gabah per malai pada areal demplot yang menggunakan Petroganik dan PHONSKA. Pada areal demplot diperoleh hasil ubinan sebesar  10,08 ton GKP/ha  sedangkan petani sekitar rata-rata 7,5 ton GKP/ha, sehingga ada selisih 2,5 ton GKP/ha. (Ari Primantara)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *