Manfaat Unsur N, P dan K untuk Tanaman

Berdasarkan jumlah unsur yang diperlukan tanaman, kita mengenal unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro diperlukan bagi tanaman dalam jumlah yang lebih besar (0,5-3% berat tubuh tanaman), sedangkan unsur hara mikro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif kecil (beberapa ppm/part per-million dari berat keringnya). Unsur hara makro antara lain N, P, K, C, H, O, S, Ca, dan Mg, sedangkan unsur hara mikro diantaranya adalah Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Di antara 105 unsur yang ada di permukaan bumi, ternyata hanya 16 unsur yang mutlak diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Dan dari 16 unsur tersebut, unsur N, P, dan K merupakan  untuk yang paling banyak diperlukan tanaman. Berikut ini manfaat ketiga unsur tersebut bagi tanaman:

N (Nitrogen)

Unsur hara N termasuk unsur yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak sehingga disebut unsur hara makro primer. Umumnya unsur Nitrogen menyusun 1-5% dari berat tubuh tanaman. Unsur N diserap oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH4+) atau ion nitrat (NO3-). Sumber unsur N dapat diperoleh dari bahan organik, mineral tanah, maupun penambahan dari pupuk organik. N berfungsi untuk menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil pada tanaman. Unsur N akan membuat tanaman akan lebih hijau, mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang), serta menambah kandungan protein hasil panen.

Tanaman yang kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala: Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang sedikit, perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya. Selain itu, pada tahap lanjut, daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman.

P (Phosphor)

Tanaman mengambil unsur P dari dalam tanah dalam bentuk ion H2PO4-. Konsentrasi unsur P dalam tanaman berkisar antara 0,1-0,5% lebih rendah daripada unsur N dan K. Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman.  Unsur P pada tanaman akan memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik, menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman, dan memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen. Selain itu juga memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah, serta menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Sebaliknya tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, sistem perakaran kurang berkembang, dan daun berwarna keunguan. Kekurangan P juga akan membuat pembentukan bunga, buah atau biji terhambat sehingga panen terlambat, serta persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna.

K (Kalium)

Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 – 6% dari berat kering. Manfaat unsur K bagi tanaman adalah sebagai aktivator enzim.  Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K. Selain itu juga membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman, serta membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman

Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis). Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik.  (Rina D/ kaltim.litbang.pertanian.go.id)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *