NPK PHONSKA Plus PLUS, UNSUR HARANYA, PLUS HASIL PANENNYA

Untuk kesekian kalinya PT Petrokimia Gresik membuat produk inovatif untuk merespon perkembangan terkini kondisi pertanian di Indonesia. Produk terbaru yang baru saja diluncurkan adalah pupuk NPK PHONSKA Plus, yang merupakan pupuk NPK PHONSKA dengan tambahan unsur Sulfur (Belerang) dan Zink. Pupuk baru ini merupakan jawaban PT Petrokimia Gresik terhadap kecenderungan defisiensi unsur hara mikro, terutama Zink yang terjadi di Idonesia.

Menurut Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Nugroho Chistijanto,  pupuk NPK PHONSKA Plus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan unsur Zink dalam tanah yang cenderung semakin berkurang akibat aktivitas budidaya tanaman yang kurang memperhatikan keseimbangan inputdan output hara. “Kami memproduksi pupuk ini sebagai pupuk alternatif untuk menyediakan unsur Zink, juga untuk memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi, baik untuk tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan,” jelasnya.

NPK PHONSKA Plus dikemas dalam kantong dengan berat bersih 25 kilogram, berbentuk granul, berwarna putih, dan bersifat higroskopis (mudah larut dalam air). Dengan kandungan, unsur hara makro lengkap seperti Nitrogen (N), P2O5 atau Fosfat (P), dan Kalium (K2O) dengan kadar masing-masing 15%. Selain itu juga terdapat unsur hara seperti Sulfur (S) 9% dan Zink (Zn) sebesar 2.000 part per million (ppm). Penambahan unsur hara mikro Zink inilah yang membedakan NPK PHONSKA Plus dengan NPK PHONSKA bersubsidi biasa. Artinya, kandungan unsur hara makro dan mikro dalam pupuk ini memang lebih lengkap.

Dari segi kualitas, NPK PHONSKA Plus telah melewati serangkaian uji coba di sejumlah titik di antaranya: Kediri, Tabanan, Lombok, Jember, dan Boyolali, bekerjasama dengan universitas dan Balai Penelitian Tanaman Pertanian (BPTP). Uji coba ini untuk membandingkan penggunaan NPK PHONSKA Plus dengan NPK PHONSKA tanpa Zink.  Uji coba dilakukan dengan perlakuan dan dosis pemupukan yang sama pada komoditas tanaman padi, yaitu menggunakan formulasi 5 : 3 : 2, atau 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg NPK PHONSKA Plus, dan 200 kg Urea per hektar sawah. “Hasil uji coba menunjukkan, NPK PHONSKA Plus terbukti mampu meningkatkan hasil panen rata-rata 0,59 ton per hektar gabah kering panen (GKP) atau 12 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil panen padi yang menggunakan pupuk NPK PHONSKA biasa tanpa Zink,” ujar Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik, Meinu Sadariyo. Sedangkan pada tanaman jagung, uji coba NPK PHONSKA Plus yang dilakukan di Jember, Jawa Timur, mampu meningkatkan hasil panen 8 persen atau 0,68 ton per hektar lebih tinggi dibandingkan dengan NPK PHONSKA tanpa Zink.

Hal ini diakui sejumlah petani yang telah mencoba menggunakan pupuk baru ini. Nengah Mardika, petani dari desa Tegal Badeng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali,  menikmati hasil panen lebih tinggi setelah menggunakan NPK PHONSKA plus. “Setelah memakai PHONSKA Plus pertumbuhan tanaman padi saya menjadi lebih baik, dan anakan padinya lebih banyak. Hasil panen juga meningkat dari 8 ton/ha GKP menjadi 9,2 ton/ha GKP,” ungkapnya. Sementara Wito, petani dari Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menilai, keunggulan PHONSKA Plus pada tanaman padi tampak pada tanaman yang lebih segar, dan daunnya  lebih hijau tidak kemerahan. Hasil panen juga meningkat dari 6,5 ton/ha GKP menjadi 8 ton/ha GKP, dengan bulir gabah yang lebih bernas. Artinya, NPK PHONSKA Plus memang plus kandungan unsur haranya dan plus hasil panennya.  (Junianto Simaremare)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *