, , , , , , ,

Tentang Isu Kelangkaan Pupuk, Jabatan, dan Makanan Pedas

Menurut Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo, isu kelangkaan pupuk  perlu ditelusuri terlebih dulu akar permasalahannya. Ketika petani mengatakan tidak bisa mendapatkan pupuk, ada beberapa faktor penyebabnya. Bisa karena mereka belum tergabung dengan kelompok tani, sehingga  tidak terdata di dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).  “Karena nama-nama mereka tidak masuk dalam RDKK, tentu saja tidak berhak untuk mendapatkan pupuk subsidi. Atau  sudah bergabung  di kelompok tani tapi belum membuat RDKK, tentu saja juga tidak bisa dilayani,” ungkap lelaki kelahiran Surakarta, 12 Mei 1962.

Secara umum kondisi kelangkaan pupuk bisa didefinisikan sebagai situasi di mana petani sudah tergabung dengan kelompok tani, sudah terdaftar dalam RDKK, akan tetapi mau beli pupuk subsidi  stoknya tidak ada. Tapi jika tiga unsur tersebut masih belum terpenuhi, tentu saja tidak bisa dibilang langka. “Nah pertanyaannya sekarang, kenapa tiap tahun selalu terjadi kelangkaan pupuk, utamanya pada saat menjelang musim tanam.  Selain tiga  unsur tersebut, kelangkaan pupuk juga disebabkan oleh faktor alokasi pupuk subsidi di masing-masing daerah,” paparnya. Ketika penggunaan pupuk pada satu daerah melampaui alokasi, sudah barang tentu  akan terjadi kelangkaan. Karena pupuk subsidi sudah diambil jatah bulan sebelumnya, atau mengambil dari wilayah lain.

Meinu mengungkapkan, di setiap daerah punya stok minimum yang dipersyaratkan oleh pemerintah, yaitu 2 minggu kebutuhan. Jika permintaan pupuk subsidi sampai melebihi yang sudah distok minimum 2 minggu, Petrokimia Gresik berusaha semaksimal mungkin untuk mengisi gudang agar tidak terjadi kelangkaan. “Untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk, kami harus mengisi stok pupuk sebanyak-banyaknya, utamanya pada daerah yang menjadi lumbung padi dan sentra pertanian. Terlebih lagi pada saat musim tanam stok minimum daerah-daerah tersebut tidak hanya 2 minggu, bahkan bisa menjadi 1 bulan atau malah 45 hari kebutuhan,” jelasnya.

Mengenai wacana pengalihan subsidi pupuk oleh pemerintah pada tahun 2018, Petrokimia Gresik sudah melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah membangun pondasi untuk penjualan komersil. “Karena penjualan komersil sifatnya fluktuatif, maka saya membuat long term kontrak atau penjualan jangka panjang kepada end user. Kenapa harus long term, supaya penjualan menjadi captive, jadi kami tidak menjual spot-spot atau kepada trader-trader. Yang  mana pola penjualan seperti itu tidak bisa diharapkan secara terus menerus,” terangnya. Lebih-lebih jika end user-nya dari luar negeri, akan bisa menjamin pangsa pasar di luar. Meinu mengungkapkan, Petrokimia Gresik sudah membuat long term kontrak dengan 1 perusahaan Korea dan 2 perusahaan Cina.

Ke depannya dia akan membuat beberapa long term kontrak untuk penjualan non subsidi, supaya ada keterjaminan pangsa pasar tiap tahunnya. Dengan demikian Petrokimia Gresik  tidak punya kekhawatiran lagi mengenai pasar, sehingga punya cukup energi untuk mengembangkan produk-produk dan pemasaran. “Kami juga harus mempunyai produk-produk unggulan atau produk yang mempunyai added value sehingga mampu bersaing dengan kompetitor. Hal tersebut merupakan salah satu cara kami untuk menguasai brand, utamanya yang ada di dalam negeri,” ujarnya optimis.

Salah satu produk unggulan yang baru di-launching adalah PHONSKA Plus, NPK yang dipoerkaya dengan Zn.  Meinu mengakui, PHONSKA Plus merupakan awal yang baik untuk bisa merebut pasar dalam negeri di sisi komersil. Penjualan PHONSKA Plus sudah mulai berjalan, dan terlihat antusiasme dari user yang cukup tinggi. Tidak hanya berhenti pada PHONSKA Plus, ke depannya Petrokimia Gresik juga akan mengembangkan produk pupuk yang mempunyai karakteristik yang spesifik. Salah satunya adalah pupuk slow release. Karena ada kecenderungan petani akan menggunakan pupuk dengan seefisien mungkin.

Bapak dari Rizka Ines Nurhasanah ini, lahir dari keluarga bersahaja. Dia merasa posisi yang dicapai saat ini sebagai anugerah luar biasa. Buat Meinu, jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan sebaik baiknya, sehingga bisa bermanfaat bagi lingkungan tempat dia  bekerja. “Jika punya jabatan tapi tidak bermanfaat bagi lingkungan ya percuma, malah akan menjadi tekanan batin. Misalnya saya diangkat jadi direktur pemasaran, tapi tidak bisa memajukan perusahaan di bidang pemasaran, maka sia-sia lah jabatan saya,” ungkapnya.

Dalam bekerja Meinu Sadariyo selalu berusaha untuk menyatukan hati dan jiwanya dengan pekerjaan dan lingkungan pekerjaan. Menjiwai tugas  yang diberikan, mengerjakannnya dengan iklas dan tanpa beban. Sedangkan penilaian prestasinya diserahkan pada orang lain. “Karena saya berangkat dari keluarga sederhana, sehingga tidak punya mimpi yang muluk-muluk. Tapi ternyata apa yang saya kerjakan mendapat apresiasi, sehingga berada pada posisi sekarang. Jadi bekerja saja lah dengan baik,” ujarnya lirih.

Penghobi traveling ini lebih memilih berwisata ke pegunungan daripada gemerlapnya perkotaan atau panasnya pantai. Kesibukan luar biasa sebagai direktur pemasaran tidak mengurangi hobi jalan-jalannya. “Tidak ada waktu khusus untuk itu, bahkan perjalanan dinas saya anggap juga sebagai aktivitas traveling yang menyenangkan. Dengan demikian saya tidak merasa terbebani dengan pekerjaan, bahkan  menikmatinya,” akunya.

Selain hobi traveling, suami dari Esti Tri Lestari ini sangat suka dengan makanan sangat pedas,  bahkan mencapai level ekstrem. “Buat saya makanan pedas bisa menstimulasi badan kita menjadi fresh, membuat berkeringat dan memacu semangat. Ketika pesan rujak misalnya, jika orang lain cukup dengan cabai 3 biji,  saya pesan dengan 7 hingga 10 cabai,” ujar bungsu dari 6 saudara ini sambil tertawa. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *