Jajar Legowo Super Tingkatkan Produktivitas Padi 60 – 90%

Manager Promosi Petrokimia Gresik Aries Ibnu Abas ketika membuka pelatihan hari pertama, diapit oleh Ir. Baswarsiati, MS  dan Ir. Suwono, Msc dari BPTP Jawa Timur. (Foto: Dadang Subiyanto)

Jajar legowo super merupakan sistem tanam padi jajar legowo 2:1 yang mampu meningkatkan produktivitas panen padi antara 60 hingga 90 %. Peningkatan produktivitas dimungkinkan karena menyertakan komponen bibit kualitas unggul baru produksi badan litbang yang sudah teruji. Komponen kualitas unggul yang dimaksudkan dalam hal ini adalah inpari 30, 32, 33, yang produksinya cukup tinggi. Hal ini disampaikan oleh Ir. Suwono, MP Peneliti Kesuburan Tanah dan Tanaman Pangan BPTP Jawa Timur, ketika memberikan materi pelatihan budidaya tanaman pangan, buah-buahan dan hortikultura, untuk Staf Pemasaran Petrokimia Gresik pada 22 Februari 2017. “Untuk mendekompoisi jerami bisa digunakan pupuk dekomposer yang banyak dijual di pasaran, seperti Petro Gladiator. Nah, pada jarwo super jeraminya tidak dibuang tapi dikembalikan dengan bantuan dekomposer,” jelasnya.

Selain itu juga dengan menggunakan seed treatment pupuk hayati, yang berperan agar figur pertumbuhan tanaman menjadi kuat. Dosis pupuk mengacu pada PHSR (Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi), diukur dengan menggunakan PUTS atau analisis tanah. Kemudian untuk pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati, dan apabila masih belum mampu mengatasi bisa digunakan pestisida kimia. Dari segi pengelolaan tanah, tanam dan panen, menggunakan bantuan alsintan, seperti traktor, transplanter, harvester. Semuanya dikelola dalam luasan tanah minimal 25 hektar, atau jika memungkinkan 50 hektar.

Suwono juga mengungkapkan tentang kondisi tanah asem-aseman yang banyak terjadi utamanya pada MK-1. Pada musim ini di mana lahan tergenang terus-menerus, membuat perakaran reduktif. Hal tersebut disebabkan minimnya oksigen yang masuk di dalam tanah. Kondisi ini menyebabkan pH menjadi rendah, sehingga muncul unsur-unsur yang tidak diharapkan tanaman, seperti Al dan Fe. Kedua unsur itu  menyebabkan keracunan pada tanaman, sehingga harus diatasi dengan mengeringkan genangan air, agar tanah bisa terpapar sinar matahari. Setelah itu diberi kapur pertanian dan pupuk yang mengandung Zn, seperti PHONSKA Plus produk Petrokimia Gresik.

Selain Ir. Suwono, MP, pada hari yang sama dilanjutkan oleh rekan sejawatnya di BPTP Ir. Baswarsiati, MS dengan materi budidaya bawang merah, cabai, dan buah naga. Sedangkan untuk hari kedua tanggal 24 Februari 2017, dua pemateri dihadirkan masing-masing dari Balitjestro Jawa Timur. Oka Ardiana Banaty, SP. MSc mendapatkan kesempatan mengisi pada sesi pertama, dengan materi teknik budidaya dan pengelolaan tanah pada tanaman jeruk. Sedangkan sesi berikutnya diisi oleh Otto Endarto, MS yang memberikan materi pengenalan dan pengendalian OPT utama pada tanaman jeruk.

Menurut Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk menambah kompetensi staf promosi Petrokimia Gresik yang sering bersentuhan dengan petani. “Peningkatan kompetensi  pada budidaya tanaman pangan dan hortikultura, untuk menunjang pelaksanaan demplot (demonstration plot) dan sosialisasi ke petani. Sebab kami tidak hanya menjual produk semata, tapi juga memberikan pendampingan kepada para petani yang menjadi konsumen terbesar Petrokimia Gresik,” jelasnya.  Meinu menambahkan, pelatihan semacam itu akan dilaksanakan secara periodik pada masa-masa yang akan datang,  bekerjasama dengan berbagai instansi berkompeten, baik negeri maupun swasta. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *