Budidaya Ikan dan Sayur di Lahan Sempit

BPP Pekalongan membuat inovasi dalam pemanfaatan lahan sempit agar menjadi lahan yang produktif kepada masyarakat khusunya para petani di Kecamatan Kajen. Awal mulanya ide tersebut muncul dikarenakan banyaknya lahan pekarangan kosong disekitar kantor BP3K Kecamatan Kajen. Melihat kondisi tersebut Dandung Sugiyanto, S.TP koordinator dan Prabowo Hari Putra, S.Pi staf penyuluh perikanan mempunyai inisiatif dan melakukan uji coba memanfaatkan lahan yang kosong tersebut untuk membuat kolam lele dan beberapa bedeng tanaman hortikultura.

Tanggapan dari Kepala BP3K Kec. Kajen atas usaha ini sangat baik sekali, karena selain praktis dan ekonomis hal ini bisa menjadi inspirasi kepada masyarakat sekitar untuk memanfaatkan lahan yang kosong atau sempit dijadikan sebagai kolam lele dan tanam berbagai tanaman, ujarnya.

Usaha ini dilakukan sejak 2015 yang lalu, hasilnya sebagian besar dikonsumsi oleh staf BP3K Kec. Kajen namun tidak sedikit pula yang dijual kepada petani/warga yang tidak sengaja lewat atau berkunjung ke kantor BP3K/BPP.

Tanaman horti seperti layaknya tanaman yang lain masih membutuhkan perawatan meskipun ditanam dihalaman yang sempit, salah satunya adalah pengairan. Kecukupan air di BPP Kajen sangat terbatas maka dibuatlah tandon air.

Tandon air ini dibuat dari “bis sumur atau masyarakat sekitar menyebut dengan kata “kliwung sumur”. Caranya bis itu disusun sampai empat tumpukan bis diatas “tutup bis” dibawah tumpukan bis diberi kran air sebagai hidronasi untuk menyalurkan air limbah kolam ke bedengan tanaman hortikultura sedangkan pemilihan tandon dari semen (bis) ini sebagai alternatif pengganti terpal karena dapat bertahan lebih lama dibandingkan terpal.

Atas dasar pemanfaatan tadi maka tandon air ini difungsikan untuk memelihara ikan lele, pemilihan ikan lele ini dikarenakan ikan tersebut mampu beradaptasi dengan kondisi lingkunggan apapun. Karena dirasakan ada manfaatnya maka BP3K Kajen membuat 3 (tiga) tandon air dan rencananya akan ada penambahan lagi untuk mengisi lahan yang masih kosong. Ikan yang dipelihara juga semakin banyak, biasanya 1 (satu) tandon air diisi benih ikan lele sebanyak 100 ekor

 

 

 

 

 

 

Kebutuhan makan untuk ikan lele juga tidak sulit hanya diberi makan dari sisa-sisa makanan staf kantor BP3K Kajen, jadi tidak memerlukan biaya apapun untuk membeli makan ikan lele ini. “Sedangkan untuk tanaman horti kebutuhan pupuk tidak menggunakan tambahan dari pupuk anorganik, hanya memanfaatkan limbah air dari tandon ikan lele tersebut karena limbah air kolam lele sudah mengandung pupuk organik dan mikroorganisme”, ujarnya. (Dian T.H.)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *