1.255 Cangkir Kopi Disruput Bareng di Alun Alun Lumajang

Lumajang merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi di Indonesia. Menurut data dari BPS tahun 2017, kebun kopi di Lumajang untuk jenis Arabika seluas 388 ha, dengan produksi 75 ton.  Sedangkan kebun kopi jenis Robusta seluas 4.200 ha, dengan produksi 1.881,7 ton. Kopi Lumajang merupakan kopi organik yang mempunyai aroma dan rasa khas. Tanaman ini banyak dibudidayakan di lereng Gunung Semeru, sehingga sering disebut Kopi Kolesem (kopim lereng Semeru).

Melihat potensi yang dimiliki daerahnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengadakan acara minum kopi bersama, pada Minggu (08/10/17), di Alun Alun Lumajang. “Acara ini kami beri nama “Lumajang Nyruput Bareng 1.255 Cangkir Kolesem”, sebagai wujud nyata Gerakan Cinthami (Cinta Hasil Bumi) Lumajang,” kata Bupati Lumajang As’at.

Pada kesempatan tersebut, As’at  mengajak berbagai elemen untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada di Lumajang. Terlebih tentang kualitas rasa Kopi Kolesem yang mempunyai citarasa khas. “Kopi Kolesem banyak diminati, baik masyarakat Lumajang sendiri maupun daerah-daerah lain di Indonesia. Momen ini merupakan kesempatan bagi petani kopi di Lumajang untuk terus meningkatkan kualitas kopinya,” paparnya.

“Lumajang Nyruput Bareng 1.255 Cangkir Kolesem” merupakan salah satu rangkaian acara Gebyar Lumajang Sae tahun 2017. Ribuan masyarakat Lumajang dan beberapa kabupaten di sekitarnya tumpah-ruah memadati lokasi acara. Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan ikut hadir menyemarakkannya. Petrokimia Gresik, merupakan salah satu perusahaan yang diundang di acara yang dilaksanakan rutin tiap tahun sejak 2016 tersebut.

Pabrik pupuk terlengkap di Asia Tenggara itu menampilkan mobil display, lengkap dengan berbagai produk, baik subsidi maupun non subsidi. Produk non subsidi yang ditampilkan, di antaranya PHONSKA Plus, NPK Kebomas, Petro Gladiator, Petro Fish, dan Fit Rice. Ratusan pengunjung yang mayoritas petani, mampir di mobil display tersebut. Sebagian di antara mereka membeli produk pupuk non subsidi, seperti ZK, PHONKA Plus, dan NPK Kebomas 12:11:20 untuk hortikultura. (Dian/Joko SS)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *