, , , , ,

Aplikasikan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah

Anang Sariin

Anang Sariin (52) merupakan salah satu petani di Desa Cimanggu 2, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, yang sudah mempunyai kesadaran akan pentingnya pupuk organik. Sebab pupuk tersebut berkaitan dengan kesuburan tanah di lahannya. Kesuburan tanah pada lahan pertanian, akhir-akhir ini memang acap kali dikeluhkan. Pola tanam yang salah, penggunaan pupuk kimia berlebihan, dan erosi, merupakan beberapa penyebab menurunnya kesuburan tanah. “Tanah yang kesuburannya turun tidak mudah diolah, karena menjadi keras. Biar diberi pupuk sebanyak apapun, tanaman tidak bisa tumbuh subur, dan hasil panen rendah. Dalam kondisi demikian, pemberian pupuk kimia dengan jumlah besar, tidak membuat panen meningkat,” jelasnya.

Cibungbulang merupakan  salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang masyarakatnya sebagian besar bertani. Dengan luas wilayah 34,46 km2, lahan padi sawah memiliki luas panen terluas, yaitu 3.860 ha.  Produksi padi di kecamatan yang terletak   wilayah Barat Kabupaten Bogor ini, sebanyak 21.075,13 ton. Selain padi sawah, petani di kecamatan ini menanam jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan kacang tanah. Sedangkan luas panen terkecil adalah tanaman kacang kedelai seluas 19 ha, dengan total produksi 55,10 ton. Seperti halnya petani yang lain, Anang Sariin juga menanam komoditas-komoditas tersebut.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah, mereka disarankan oleh penyuluh pertanian agar tidak menanam 1 komoditas saja. Jadi setelah padi 2 kali, diseling dengan kacang tanah, atau kacang kedelai. “Demikian juga dengan pemupukan, kami dianjurkan untuk mengaplikasikan pemupukan berimbang, sesuai kebutuhan ‘makanan’ yang dibutuhkan tanaman,” ujar Ketua Poktan Sari Mukti sejak tahun 2009 tersebut. Dia menekankan pentingnya pemupukan berimbang, utamanya penggunaan pupuk organik agar bisa mengembalikan kesuburan tanah.

Anang mengungkapkan bahwa jerami yang dulunya dibakar oleh para petani, sudah tidak lagi dilakukan. Atas saran penyuluh BP3, sejak tahun ’90-an jerami sisa panen padi dikembalikan lagi ke lahan. Karena jerami yang dibakar tidak membawa manfaat, justru malah mencemari udara. “Menurut penyuluh pertanian, jerami yang dikembalikan ke lahan, bisa membuat tanah lebih subur. Karena jerami banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Dan kami sudah membuktikannya, setelah kami mengembalikan jerami, tanah menjadi lebih subur,” ungkap Anang.

Tidak hanya mengembalikan jerami, Anang dan anggota kelompok taninya juga mengaplikasikan pemupukan berimbang. Mereka sudah menggunakan pupuk organik dan pupuk non organik dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan tanaman. “Saya menggunakan Petroganik, PHONSKA dan Urea. Untuk padi hasilnya bisa 7,5 hingga 8 ton per hektar. Demikian juga dengan tanaman lain seperti jagung, kacang kedelai, dan kacang tanah, semua bisa meningkat panennya,” aku bapak 4 anak dan 2 cucu ini. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *