Zink Terbukti Mampu Meningkatkan Hasil Panen

(foto: Made Wirya)

Tanaman membutuhkan unsur hara dalam dua kategori,  unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro diantaranya adalah N, P, K, dan S. Unsur hara mikro  tidak banyak diketahui oleh para petani, padahal mutlak dibutuhkan oleh tanaman. Yang termasuk dalam unsur hara mikro di antaranya; Zn atau Zink, di samping Boron, Fe, dan Cl.

Zn atau Zink,  merupakan unsur hara mikro esensial  yang dibutuhkan tanaman.  Unsur hara mikro ini mampu merangsang pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji maupun buah.  Menurut Prof. Dr. Sudiarso, MS,  Guru Besar Budidaya Pertanian Universitas Brawijaya, Zink berperan sebagai pengaktif enzim-enzim yang bermanfaat bagi performa tanah dan tanaman. Enzim-enzim tersebut adalah; aldolase, asam oksalat, super okside demutase, dehidrogenase, proteinase dan peptidase.

“Gejala di tanah kita itu sudah mengarah kepada kekurangan Unsur Zn ini. Padahal peranan Zn penting sebagai aktivator enzim, pembentuk chloroplast, berbagai macam aktivator proses-proses bio kimia di dalam tanaman. Jadi itu lah pentingnya Zn kenapa harus diintroduksikan atau diaplikasikan ke dalam tanah,” jelas Sudiarso.

Tanaman yang mengalami defisiensi Zink, pertumbuhannya bisa  terhambat dan  menjadi kerdil. Ketegaran tanaman berkurang, ruas-ruas batang tanaman memendek, daun mengecil dan mengumpul. Disamping itu, pada daun-daun muda mengalami khlorosis dan intermedier, serta adanya nekrosis.

Tanah yang kahat unsur hara Zink, perlu diberi pupuk yang mengandung Zn, seperti PHONSKA Plus, yang diproduksi oleh Petrokimia Gresik. Menurut Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto, PHONSKA Plus diproduksi untuk mencukupi kebutuhan Zink pada tanaman.

“Selain mengandung 15 % Nitrogen, 15 % Fosfat, 15 % Kalium, ditambah  9 % Sulfur, PHONSKA Plus mengandung  2000 ppm Zink. Pupuk NPK non subsidi ini untuk berbagai komoditas. Mulai dari tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan,” jelas Nugroho.

PHONSKA Plus sudah diuji pada skala lapang, yang  bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, BPTP Jawa Timur, BPTP Bali, BPTP NTB, dan BPTP Jawa Tengah. Dari uji aplikasi pada padi dengan 500 kg Petroganik, 300 kg  PHONSKA Plus dan 200 kg Urea, menghasilkan peningkatan panen sebesar 12 %.

Dibandingkan dengan perlakuan yang menggunakan PHONSKA tanpa Zink. PHONSKA Plus adalah pupuk NPK compound dengan tambahan unsur hara Sulfur dan Zink. Dengan komposisi; 15 % Nitrogen, 15 % Fosfat, 15 % Kalium, ditambah  9 % Sulfur dan

Dari hasil uji aplikasi padi dan jagung 772 titik di 8 provinsi, yaitu; Jawa Barat, Banten, DIY & Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. PHONSKA Plus terbukti mampu meningkatkan panen sebesar 12 %.  (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *