Peran Probiotik dalam Budidaya Ikan

Berdasakan hasil penelitian, probiotik mempunyai peran penting dalam meningkatkan keberhasilan budidaya ikan. Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, probiotik memberikan manfaat kesehatan bagi ikan.  Probiotik juga mampu menjaga keseimbangan mikroba dan pengendalian patogen dalam saluran pencernaan. Mikroorganisme yang terkandung di dalam probiotik akan ‘berperang’ dengan patogen di dalam saluran pencernaan. Hal tersebut untuk mencegah agar patogen tidak mengambil nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ikan.

Menurut Moriarty (2006), pengertian probiotik untuk budidaya ikan tidak hanya mikroorganisme yang diberikan kepada inangnya, tetapi juga dapat diberikan ke bak pembenihan atau kolam secara langsung.  Hal tersebut bertujuan untuk memperbanyak jumlah komposisi mikroorganisme menguntungkan, daripada mikroorganisme yang merugikan.

Manfaat penggunaan probitotik dalam budidaya perairan adalah memperbaiki kualitas air dan dasar kolam, sehingga meminimalkan stres dan meningkatkan kesehatan ikan. Probiotik juga bisa membersihkan air buangan dari kolam sehingga dampak bagi lingkungan rendah. Bakteri yang merugikan dan virus, juga terkontrol dan seluruh mikroorganisme di dalam ekosistem perairan dapat diatur. Probiotik juga mampu meningkatkan sistem kekebalan dan memperbaiki saluran pencernaan. Sehingga bisa menekan terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh asimilasi makanan pada ikan.

Menurut Dr. Woro Hastuti Satyantini dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Unair, probiotik memang berpengaruh pada peningkatan produksi  ikan. “Peningkatan produksi ikan, karena probiotik dapat memperbaiki kualitas lingkungan pemeliharaan dan meningkatkan pertumbuhan ikan,” jelasnya. Kualitas lingkungan, utamanya air memang sangat menentukan performa ikan. Sebaliknya, kualitas air yang buruk bisa mengganggu kesehatan ikan.

Buruknya kualitas air disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karena meningkatnya timbunan bahan organik di dasar kolam. Bahan organik tersebut bisa  berasal dari kotoran ikan, sisa pakan, bangkai ikan, maupun sampah budidaya lainnya. Dengan pemberian probiotik, kualitas air bisa diperbaiki. Sebab probiotik  mampu mengurai senyawa toksik yang terdapat dalam air kolam seperti NH3, NO3, dan NO2. Selain itu probiotik juga berperan untuk menguraikan bahan organik dan menekan populasi alga biru hijau.

Saat ini di Indonesia sudah banyak beredar probiotik dalam berbagai merek yang di jual di pasar. Untuk jaminan mutu dan  keamanan hasil perikanan, pemerintah mengaturnya dengan membuat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 02/MEN/2007, tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik.  Ada beberapa persyaratan yang mengatur tentang probiotik yang boleh beredar di pasar. Diantaranya adalah Probiotik harus memiliki nomor pendaftaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal, tidak mengalami perubahan fisik, dan tidak kedaluarsa. Selain itu etiket harus menggunakan Bahasa Indonesia, dan sesuai dengan peruntukannya. (Made Wirya).

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *