, , , , , , ,

Kontes Sapi di Kepanjen, Upaya Menaikkan Harga Sapi dan Gengsi Peternak

(foto: Made Wirya)

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang sejak tahun 2010 melakukan kontes ternak. Kontes ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Malang. Ketika pertamakali diadakan di Kecamatan Ampel Gading, hanya mengonteskan kambing peranakan etawa (PE). Pada tahun-tahun berikutnya ditambah dengan kelinci, sapi dan unggas. Menurut Wakil Ketua Kontes Ternak dan Pameran Agribisnis Peternakan Tahun 2017, Carlos Kusnindar, untuk dua tahun ini kontes dimeriahkan dengan pameran. “Sudah dua tahun belakangan ini ditambah dengan pameran olahan dari hasil peternakan, dan beberapa perusahaan yang berkaitan dengan peternakan,” ujarnya.

Tahun ini kontes dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 24 – 25 November 2017. Kontes dibagi dalam 4  jenis yaitu sapi, kambing, kelinci dan unggas. Untuk sapi ada 4 kelas, sapi potong ekstrem, bakalan sapi potong kereman, calon induk sapi potong, dan calon induk sapi perah. “Untuk kontes kambing, kami bekerjasama dengan Himpunan Peternak Domba  dan Kambing Indonesia (HPDKI) cabang Jawa Timur, dengan mengonteskan 17 kelas. Kelas tersebut terdiri dari berbagai jenis, kambing PE, Senduro dan lain-lain,” jelas Carlos. Untuk kelinci ada kelas ekstrem, kelinci hias, dan kelinci balap. Sedangkan untuk unggas hanya dipamerkan saja, tanpa kontes.

Menurut Carlos, jumlah sapi yang mengikuti kontes terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 hanya diikuti 143 ekor sapi, sedangkan untuk tahun ini diikuti oleh 125 peternak dengan melibatkan 175 ekor sapi. Dibanding tahun 2015, jumlah peserta kontes sapi potong ekstrem bertambah 14 ekor pada tahun ini.  Daya tarik dari kontes ini memang pada kelas ekstrem, dan bakalan.  Sebab selain semangat untuk menggemukan sapi untuk berlaga di kelas ekstrem, peternak-peternak tertarik ikut karena bisa menaikkan harga jual sapi. “Jika mendapatkan juara harga sapi bisa meningkat hingga 50 %, di samping itu bisa menaikkan gengsi peternaknya,” katanya.

Hasil kontes sapi diumumkan oleh juri pada tanggal 24 November 2017. Pemenang pertama untuk kelas calon induk sapi perah diraih oleh Wasim dari Kecamatan Najum. Untuk kelas calon induk sapi potong dimenangkan oleh Yasimin, Dampit.  Sedangkan juara pertama kelas sapi potong ekstrem dipegang Miseri dari Turen, dengan bobot 1.259 kg.

Kontes yang diikuti oleh peserta dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang ini, dimeriahkan juga oleh kehadiran beberapa perusahaan yang memproduksi berbagai keperluan peternak. Salah satunya adalah Petrokimia Gresik, yang memproduksi Petro Biofeed, probiotik untuk ruminansia. Pada acara tersebut, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Paguyuban Peternak Sapi Potong “Unggul Sejahtera Jaya”. Paguyuban peternak yang diketuai oleh Nurhadi ini, sejak tahun 2009  menjadi binaan Petrokimia Gresik dalam pogram CSR. Salah satu tujuan program ini untuk meningkatkan produktivitas sapi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *