Peternak Sapi Potong Harus Memahami Tiga Hal

Nurhadi, Ketua Kelompok Peternak Sapi Potong “Unggul Jaya Sejahtera”

Nurhadi (51) mulai serius berternak sapi sejak tahun 2009, ketika bergabung dengan “Unggul Jaya Sejahtera”. Kelompok peternak sapi potong di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini merupakan binaan Petrokimia Gresik. Tadinya suami dari Yuli ini berpikir bahwa beternak sapi hanya sebatas usaha sambilan, dan tidak bisa dijadikan sebagai sandaran hidup. “Setelah bergabung dengan “Unggul Jaya Sejahtera”, saya melihat ternyata usaha ini menjanjikan masa depan, asal harus dibekali pengetahuan yang memadai,” ujar bapak 2 anak ini.

Ketika bergabung dengan kelompok peternak sapi potong yang beranggotakan 63 orang tersebut, Nurhadi dan anggota yang lain  mendapat berbagai pelatihan. Mulai dari pelatihan analisa usaha hingga berbagai tips beternak sapi dari Petrokimia Gresik. Dalam analisa usaha, segala pengeluaran dan pemasukan dicatat. Dengan analisa usaha, ke depannya  mereka ditekankan untuk punya target. Peternak sapi jadi tahu dalam satu bulan ke depan dapat untung berapa, dua bulan berapa, dan seterusnya.  “Setelah memahami tentang analisa usaha, kami punya target satu sapi dalam satu bulan bisa untung Rp. 1 juta. Jika ingin untung lebih banyak, maka kami harus memelihara sapi lebih banyak lagi,” jelas Nurhadi.

Menurut lelaki yang menjadi ketua “Unggul Jaya Sejahtera Jaya” itu, dalam memelihara sapi peternak harus memperhatikan 3 hal. Mereka harus tahu bagaimana cara memilih bakalan, memelihara, dan menjualnya. Memilih bakalan harus benar, dalam arti tidak  terlalu mahal dan jenis yang mempunyai potensi bisa tumbuh dengan cepat. Yang kedua adalah cara memelihara, targetnya meningkatkan bobot sapi minimal 1 kilogram per hari dengan biaya tidak lebih  Rp. 25 ribu. Yang ketiga, harus menjual dengan harga yang menguntungkan, tidak boleh menjual dengan harga yang terlalu murah. “Maka kita harus mengerti harga pasar, sehingga  bisa menentukan harga sapi sesuai dengan standard pasar. Jika 3 hal tersebut sudah kita lakukan, maka target untung Rp. 1 juta per ekor per bulan bisa tercapai,” paparnya.

Nurhadi mengakui, untuk melakukan 3 hal tersebut kelihatannya sepele, tapi prakteknya tidak semudah membalik telapak tangan. Sering kali peternak bisa memilih sapi bakalan dan memelihara dengan benar, tapi tidak bisa menjual dengan harga bagus. Dengan demikian peternak tidak bisa mendapat untung sesuai target. “Ada juga peternak yang bisa memilih sapi bakalan dengan bagus, tapi memeliharanya tidak bisa, sehingga harganya jatuh. Nah keuntungan jika mendapat binaan dari Petrokimia Gresik, kita diajari tentang 3 hal tersebut,” terangnya.

Mengenai pemeliharaan, Nurhadi menjelaskan, peternak harus memperhatikan tentang pertumbuhan sapi. Jika peningkatan bobot sapi kurang dari satu kilogram per hari, maka harus dievaluasi apa yang menjadi peyebabnya. Berdasarkan pengalaman, hal tersebut lebih banyak disebabkan oleh faktor makanan. Untuk menambah nafsu makan, peternak sebaiknya memberi probiotik. Sebab berdasarkan penelitian, probiotik bisa memperbaiki serapan nutrisi dalam sistem pencernaan, sehingga bisa menambah nafsu makan.

Nurhadi mengungkapkan, semua angota “Unggul Sejahtera Jaya” sudah mengaplikasikan probiotik. Sebab selain bisa menambah nafsu makan, probiotik membuat bau kotoran sapi tidak menyengat. “Bau tlethong (kotoran sapi) tidak menyengat, sehingga tidak membuat pencemaran udara. Sayangnya masih belum banyak peternak sapi yang belum menyadari pentingnya probiotik, terutama di Kecamatan Turen,” jelas suami dari Yuli ini.

“Saat ini banyak pabrik yang memproduksi probiotik dalam berbagai merk, salah satunya adalah Petrobiofeed, produksi Petrokimia Gresik. Para peternak yang tergabung dalam “Unggul Sejahtera Jaya” sejak awal sudah menggunakan Petrobiofeed,” ungkap Nurhadi.  Dia mengakui Petrobiofeed terbukti mampu menambah bobot hidup sapi sebesar 1 kg per hari. Dibandingkan dengan tanpa menggunakan produk tersebut, hanya mampu menambah bobot sekitar 0,25 kg per hari. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *