Pelatihan Kios Resmi di Blora, Program CSR Petrokimia Gresik untuk Tingkatkan Kemampuan Mengelola Usaha

Pelatihan mitra binaan sektor perdagangan untuk kios resmi di Blora hari ini (Selasa, 5/12/17), merupakan salah satu program CSR Petrokimia Gresik.  Program ini bertujuan agar kios mampu mengelola usahanya dengan baik, menjadi tangguh dan mandiri. Hal ini sesuai Permen BUMN No. 03 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa perusahaan di bawah Kementerian BUMN wajib melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap mitra binaan. Pembinaan tersebut dalam bentuk pelatihan agar bisa tumbuh dan meningkat. Sehingga kios binaan akan menjadi tangguh dan mandiri dalam menjalankan usahanya.

Menurut Pts. Manager CSR Petrokimia Gresik Sugito Siswojo,  pihaknya sudah melakukan pelatihan mitra binaan untuk 3 sektor, yaitu perdagangan, pertanian, dan peternakan. Pelatihan tersebut dibagi dalam 6 angkatan yang diikuti oleh peserta dari 11  kabupaten,dan dilaksanakan di 6 tempat. Setiap pelatihan rata-rata diikuti 25 peserta.  “Pelatihan perdagangan diikuti oleh pemilik kios resmi Petrokimia Gresik. Untuk pelatihan pertanian pesertanya petani padi dan jagung. Sedangkan pelatihan untuk peternakan diikuti oleh peternak sapi potong,” jelasnya.

Pelatihan kios di Blora kali ini merupakan angkatan ke 6 atau angkatan terakhir untuk tahun 2017. Pesertanya terdiri dari  28 kios di seluruh Kabupaten Blora. Materi pelatihan, selain penjelasan produk-produk Petrokimia Gresik, juga tentang motivasi usaha, manajemen usaha dan kunci sukses mengelola toko pertanian. Kali ini pematerinya adalah Frans M. Royan, yang memberikan materi tentang mengelola barang dagangan, pegawai, dan administrasi toko. Pemateri lainnya, Rahmad Cahyadi, memberikan materi tentang manajemen usaha dan kunci sukses mengelola toko pertanian.

Budi Hartono, peserta pelatihan pemilik kios UD Delta Tani, dari Kecamatan Ngawen mengatakan bahwa pelatihan ini penting. Karena dia bisa mendapatkan pengetahuan tentang manajemen kios. Dia berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal untuk mengelola kiosnya agar bisa mejadi lebih baik. “Kami diajari bagaimana melakukan perencanaan,  evaluasi, penyusunan strategi, dan banyak lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Naryoto, peserta pelatihan pemilik kios UD Sari Bumi dari Kecamatan Todanan berharap agar Petrokimia Gresik melakukan pengawalan. “Tidak hanya cukup dengan pelatihan saja, tapi kami berharap agar Petrokimia Gresik juga terus mengawal,” harapnya. Menanggapi hal tersebut Sugito Siswojo mengatakan bahwa Petrokimia Gresik memang akan mengawal secara berkelanjutan. “Kami mengawal dengan memberikan check list materi apa saja yang sudah diberikan ketika latihan, dan apakah sudah diimplementasikan oleh masing-masing kios,” jelasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *