Pelatihan Mitra Binaan CSR Sektor Peternakan di Magetan, Upaya Mencetak Peternak Sapi Potong Profesional

(foto: Teguh Pribadi)

Mahmud Zaini (48), peternak sapi potong dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan itu antusias mengikuti pelatihan budidaya  sapi potong. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 6-7 Desember tersebut, hasil kerjasama antara  Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan dengan Petrokimia Gresik. Mahmud sendiri mulai menjadi peternak binaan Petrokimia Gresik sejak tahun 2015. Menurutnya, dengan menjadi mitra binaan ada banyak manfaat yang diperoleh. “Saya mendapat pinjaman sebesar Rp. 20 juta, dari jumlah tersebut, Rp. 18 juta saya belikan bakalan sapi untuk digemukkan, sisanya untuk biaya pemeliharaan,” jelasnya.

Mahmud mengakui, pelatihan tersebut sangat bermanfaat sebagai bekal pengetahuan sebagai peternak sapi potong. Dia dan teman-temannya diajari bagaimana membuat pakan, konsistensi waktu pemberian pakan, bagaimana membuat kandang yang sehat, dan pentingnya kebersihan sapi. “Selain itu juga diajarkan tentang manfaat probiotik untuk pertumbuhan sapi. Saya sudah menggunakan Petrobiofeed (probiotik produksi Petrokimia Gresik) sejak awal Juli 2017. Sapi-sapi saya nafsu makannya bertambah, sehat, dan kebal terhadap penyakit,” paparnya.

Pelatihan yang diikuti Mahmud dan 29 peternak sapi potong yang berasal dari Kecamatan Plaosan dan Panekan tersebut, pada hari pertama di bagi dalam 3 sesi. Sesi pertama diisi oleh Drh. Boedi Santoso yang memberikan materi tentang teknik budidaya sapi potong. Sesi kedua diberikan materi tentang Petrobiofeed (probiotik untuk ruminansia) dan Petrogladiator (dekomposer), oleh staf dari Petrokimia Gresik. Sesi berikutnya peserta mendapat materi tentang kesehatan ternak, yang diberikan oleh Drh. Ambang Intono. Pada hari kedua peserta diajak studi banding ke peternak sapi potong yang sudah berhasil, di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, dan ke Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan.

Menurut Pts. Manager CSR Petrokimia Gresik, Sugito Siswojo, pelatihan tersebut dimaksudkan agar para peternak mendapat wawasan tentang beternak sapi potong yang benar. Usaha peternakan yang tadinya dikelola secara sambilan, harus diubah agar menjadi usaha  komersial. “Setelah peternak sapi  mendapatkan pinjaman uang, tidak kami biarkan begitu saja. Tapi mereka kami latih dengan mendatangkan tenaga pengajar profesional di bidang masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar usaha ternak mereka jauh lebih maju dari sebelumnya. Dengan biaya serendah mungkin, mereka bisa memperoleh hasil penjualan yang menguntungkan,” jelasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *