Muktaliman Mengembangkan Perpustakaan Berbasis Komputer di Desa Mernek

Mutakaliman sedang mengajar komputer di Perpustakaan Desa Mernek (foto: Made Wirya)

Di ruangan berukuran 3 x 6 meter persegi itu berjejer 3 perangkat komputer yang dikerubuti anak-anak seusia sekolah dasar. Mereka antusias mengikuti penjelasan Mutakaliman (29), tentang bagaimana caranya browsing ilmu pengetahuan melalui google. Sesekali tawa mereka berderai ketika menemukan gambar-gambar yang lucu. Sementara sebagian lagi ada yang mencari buku bacaan di rak buku yang terletak dekat meja komputer. Yang lainnya asyik membaca sambil selonjoran di lantai beralas tikar plastik. “Perpustakaan ini ‘hidup’ kembali sejak 3 tahun lalu, ketika saya mulai menjadi Kepala Desa Mernek. Sebenarnya perpustakaan ini sudah mulai buka sejak 2007, tapi masih sepi pengunjung sebab koleksi bukunya masih belum banyak,” kisah Mutakaliman yang menjabat Kades sejak April 2013.

Untuk menghidupkan kembali perpustakaan di Balai Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap tersebut, Mutakaliman mencari donatur untuk menambah buku koleksi perpustakaan. Selain itu juga untuk membenahi sarana dan prasarananya. Alumnus S2 di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu menjalin kerjasama dengan beberapa pihak. Setelah koleksi buku semakin lengkap, pengunjung pun berdatangan. Tidak hanya dari kalangan pelajar, tapi juga dari para petani dan ibu-ibu. “Untuk pelajar kebanyakan anak-anak SD, mereka mencari referensi untuk melengkapi pengetahuan yang didapatnya dari sekolah. Para petani juga antusias untuk membaca pengetahuan tentang budidaya berbagai komoditas. Sedangkan ibu-ibu PKK, kebanyakan mencari resep makanan dan aneka kerajinan,” ungkap Mutakaliman.

Sejak tahun 2014, perpustakaan semakin ramai, lebih-lebih dengan didatangkannya 3 perangkat komputer dan jaringan internet sumbangan Bill Gates Fondation. Saat ini koleksi buku di perpustakaan tersebut mencapai 1.500 lebih, kebanyakan buku tentang ilmu terapan. Pendidikan S1 Mutakaliman yang berbasis komputer, sangat menunjang aktivitasnya dalam mengenalkan komputer pada masyarakat Desa Mernek.

Di tengah kesibukannya sebagai kepala desa, dia masih menyempatkan untuk mengajar komputer. “Saya mengajar tentang dasar-dasar komputer dan internet. Juga mengenai bagaimana menggunakan komputer positif dan sehat untuk anak dan remaja,” katanya. Selain pelajaran sekolah, kebanyakan remaja mencari referensi tentang ilmu grafis dan ketrampilan. Untuk ibu-ibu mencari referensi tentang kerajinan, juga menu-menu makanan. Menurutnya dengan semakin banyaknya petani di desanya yang mulai melek internet, sangat membantu dalam pekerjaan mereka di lahan.

“Saat ini di desa kami sudah ada 10 % dari jumlah penduduk yang mengerti internet. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat dalam menambah ilmu mereka. Disamping itu, juga bekerjasama dengan beberapa institusi untuk meningkatkan pengetahuan budi daya pertanian di desa kami,” ujar laki-laki yang lahir di Banjarmasin dan besar di Batam ini. Pakar pertanian dari Unsoed Purwokerto, sudah beberapa kali didatangkan untuk menambah pengetahuan petani di Desa Mernek. Dengan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan petani, produktivitas panen padi terus meningkat. Dari yang sebelumnya hanya 4 – 5 ton per hektar, saat ini meningkat menjadi 7 – 8 ton per hektar. Tentu saja hal ini tidak lepas dari pemilihan benih yang berkualitas, aplikasi pemupukan berimbang, dan pengendalian OPT.

Menurut Mutakaliman, luas lahan pertanian di desanya adalah 293 hektar, dengan mayoritas komoditas padi, dalam satu tahun panen bisa mencapai 3 kali. Saat ini sudah banyak petani yang mengenal dan mulai menanam padi hibrida. Sehingga ketika Petrokimia Gresik membuat demplot Petro Hibrid, benih padi hibrida dengan varietas Hipa 18, mereka menyambut baik. Panen raya demplot tersebut  dihadiri Forpimda Kabupaten Cilacap, BB Padi dan Jajaran Direksi Petrokimia Gresik. Hasilnya tidak mengecewakan, ketika diubin, bisa mencapai sebanyak 13,1 ton GKP per hektar. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *