, , , , , ,

Melatih SPDP dan PPD Meningkatkan Penjualan Produk Pengembangan

(foto: Agung Budiadi)

Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan Petugas Perwakilan Daerah (PPD) merupakan ujung tombak pemasaran produk-produk Petrokimia Gresik, termasuk produk pengembangan. Sebab mereka lah yang bersentuhan langsung dengan konsumen, di samping  mengetahui potensi pasar dan produk pesaing di daerah masing-masing. Mengingat posisi strategis dari SPDP dan PPD, mereka diberi pelatihan tentang berbagai produk pengembangan. Hal ini disampaikan oleh Manager Produk Pengembangan Petrokimia Gresik, Arief Wahyutomo.

Menurut lelaki yang akrab dipanggil Tomy ini, pelatihan tersebut baru pertama kali dilakukan, dan pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap Tahap awal dilaksanakan di Bojonegoro mulai tanggal 12-13 Desember 2017, yang melibatkan 9 SPDP dan 31 PPD. Untuk tahap berikutnya pelatihan akan diadakan di Jember pada tanggal 19-20 Desember 2017, diikuti oleh 4 SPDP dan 19 PPD. Pelatihan tersebut diikuti oleh SPDP dan PPD wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.  “Mayoritas peserta pelatihan dari wilayah Jawa Timur, ya sekitar  80 % peserta lah. Hal ini bukan tanpa maksud, sebab kami melihat potensi pasar Jawa  Timur merupakan target pasar bagi produk pengembangan,” jelasnya.

Tomy menambahkan, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman SPDP dan PPD mengenai berbagai produk pengembangan. Mencetak mereka agar menjadi agen pemasaran, menjaring konsumen baru, dan meningkatkan omzet penjualan. “Di samping itu, kami berharap pelatihan ini bisa mengurangi komplain dari pelanggan. Komplain tersebut biasanya terjadi karena kesalahan dalam menyampaikan informasi produk,” paparnya.

Beberapa peserta  mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ini. Salah satunya adalah Hery Prayekti, PPD wilayah Bojonegoro. Dia mengaku bahwa pelatihan ini sangat penting, karena diharapkan bisa mendongkrak penjualan produk pengembangan Petrokimia Gresik. Selama ini kendalanya adalah minimnya pengetahuan produk, sehingga mengalami kesulitan ketika menjelaskan ke konsumen. Misalnya saja dari kandungan, cara aplikasi, dan manfaat produk-produk tersebut. “Saya yakin jika kami sudah mempunyai cukup bekal ilmu tentang produk-produk pengembangan, bisa menjual lebih banyak lagi, sehingga akan mendongkrak kuantum penjualan,” paparnya optimis.

Menurut Hariyanto, SPDP wilayah Mojongan (Mojokerto, Jombang, Nganjuk), pelatihan ini memang diperlukan bagi petugas lapangan. Tapi dengan tanpa meninggalkan peran para distributor. Sebab mereka mempunyai jaringan pemasaran berupa kios-kios yang  berhadapan langsung dengan end user. “Distributor bisa memanfaatkan jaringan pemasarannya untuk membantu penyebaran (produk pengembangan) yang sudah ditebus. Lebih-lebih untuk Petro Cas dan Kaptan, yang tebusannya dalam kuantum yang cukup besar,” ujarnya. Hariyanto berharap setelah mengikuti pelatihan,  SPDP dan PPD sudah mempunyai bekal yang memadai untuk menyosialisasikan ke kios-kios maupun konsumen, tentang manfaat dan keunggulan 2 produk tersebut.

Hal senada  disampaikan oleh Adi Kuswoyo, SPDP wilayah Blora, Rembang, dan Pati. Dia berharap setelah mengikuti pelatihan ini, utamanya tentang product knowledge, wawasan SPDP dan PPD meningkat. Dengan demikian bermanfaat ketika melakukan sosialisasi kepada kios dan petani. Selama ini konsumen di wilayah kerjanya lebih banyak mengenal Petro Cas dan Kaptan. Serapan dua produk pengembangan tersebut cukup tinggi. “Sedangkan untuk produk lain, seperti Fit Rice, Petrobio Feed, Petro Chick, dan Petro Fish masih belum begitu tinggi serapannya. Dengan adanya pelatihan ini, yang salah satunya tentang pengenalan produk pengembangan, kami punya bekal untuk menggenjot penjualan produk-produk tersebut,” ujarnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *