, , , , ,

Meningkatkan Pendapatan dengan Mina Padi

(foto: www.AgriFarming.in)

Di dalam Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 30 Tahun 2016 disebutkan, mina padi adalah budidaya ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan atau udang. Sebenarnya  mina padi bukanlah hal yang baru bagi masyarakat petani di Indonesia. Budidaya ini sudah dilakukan sejak lama, dengan teknologi  yang masih sederhana. Kebanyakan dari mereka masih melakukan budidaya sebatas pendederan belaka.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, melalui budidaya mina padi produktivitas sawah akan meningkat. Peningkatan tersebut, baik dari padi yang dihasilkan maupun tambahan pendapatan dari ikan atau udang. Sehingga kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, kesejahteraan petani dan produktivitas lahan meningkat, serta mendukung kedaulatan pangan. “Dengan mina padi diharapkan bisa menekan terjadinya alih fungsi lahan dan urbanisasi karena mampu menyerap tenaga kerja. Selain itu bisa menambah lahan produksi ikan sehingga mendukung capaian target produksi ikan nasional,” ujarnya.

Ada beberapa petani yang sudah berhasil melakukan budidaya mina padi dengan hasil panen yang fantastis. Salah satunya adalah Sigit Paryono. Petani dari Dusun Cibluk, Margoluwih Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu, membudidayaklan ikan nila dan ikan mas di sawahnya.  Menurutnya mina padi lebih menguntungkan dibandingkan sawah konvensional. Dia mengaku pernah mendapatkan omzet sekitar Rp. 120 juta  dari satu hektar sawah, dari padi dan ikan. “Kalau padi biasa (keuntungan) per 1.000 (meter) itu sampai 1,5 sampai 2 juta itu sudah bagus, untuk mina padi keuntungan 4-5 juta jadi sekitar 3 kali lipat,” jelas Sigit.

Menurut Slamet Soebjakto, secara ekonomi keuntungan petani memang dapat meningkat,  tergantung dari komoditasnya. “Kalau dengan udang galah bisa besar lagi, bisa menghasilkan 1-2 ton per hektar dengan harga sekitar 90 ribu untuk size 40 centimeter, bisa mencapai keuntungan 80-100 jutaan,” terangnya. Slamet memperkirakan,  integrasi padi dan budidaya ikan bisa meningkatkan pendapatkan petani sampai RP 60 juta per hektar.

Agar budidaya dengan sistem mina badi menghasilkan panen yang bagus ada beberapa hal yamg perlu diketahui petani atau pembudidaya ikan. Menurut Petunjuk Teknis dalam Peraturan Dirjend Perikanan Budidaya No. 30 Tahun 2016, pertama-tama yang dilakukan adalah mempersiapkan lahan. Tanah diolah dengan sempurna sampai kedalaman 15-20 cm, dengan perbandingan lumpur dan air 1 : 1. Pematang dibuat padat dan kokoh agar tidak mudah bocor dan longsor. Ukuran lebar dasar pematang 40 – 50 cm, lebar atas 30 – 40 cm dan tinggi 30 – 40 cm.

Pematang dibersihkan dari gulma agar tidak menjadi sarang hama padi maupun ikan. Pematang hendaknya dilapisi dengan lumpur secara berkala agar bersih dan rapi. Setelah kering, lumpur pelapis pematang akan mengeras sehingga gulma tidak mudah tumbuh. Caren dibuat sebelum pengolahan tanah dimulai diukur secara baik, sehingga kedalamannya sesuai yang dikehendaki.  Karena caren berfungsi sebagai media hidup ikan, tempat memberi makan ikan, memudahkan ikan bergerak ke seluruh petakan serta memudahkan panen ikan.

Beberapa persyaratan wadah untuk pengembangan mina padi antara lain; wadah pembesaran berupa petakan sawah yang mampu menampung air. Wadah tersebut harus dapat dikeringkan dengan sempurna, dengan membuat pintu air masuk dan keluar secara terpisah. Dasar caren miring ke arah saluran pengeluaran, luasan petakan sawah minimal 500 m2. Pematang harus kuat untuk menahan air minimal 30 cm dari pelataran sawah dengan lebar minimal 50 cm. Lebar caren minimum 1,5 m dengan kedalaman dari pelataranminimum 0,5 m, dengan ukuran kobakan minimum 1,5 m x 1,5 m x 0,5 m.

Mengenai jenis ikan yang dibudidayakan, petani atau pembudidaya  harus mengetahui benih ikan yang memenuhi kriteria dan mempunyai nilai ekonomis. Beberapa jenis komoditas yang dapat dikembangan dalam mina padi adalah ikan mas.  Khususnya yang sesuai dengan SNI Nomor 01-6132-1999, yaitu benih ikan mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain majalaya kelas benih sebar. Jenis ikan yang lain adalah ikan nila, dengan  benih yang sesuai  SNI Nomor 6140 : 2009, yaitu benih ikan nila hitam (Oreochromisniloticus Bleeker) kelas benih sebar. Selain dua jenis ikan tersebut di atas  ikan yang ideal untuk budidaya mina padi adalah ikan lele.

Sedangkan untuk benih padi untuk budidaya mina padi, sebaiknya menggunakan benih varietas unggul bersertifikat. Benih tersebut harus memiliki perakaran yang dalam, tahan genangan air, cepat beranak, batang kuat dan tidak mudah rebah, serta tahan terhadap hama dan penyakit. Ada tiga varietas padi unggul berdasarkan SK Mentan No. 2015-2017/Kpts/SR.120/4/201, yaitu Inpari 14 Pakuan, Inpari 15 Parahyangan, dan Inpari 14 Pasundan. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *