, , , , , ,

Akhir Tahun, Petrokimia Gresik Gelontorkan Dana Pinjaman CSR Rp. 6,36 M

(foto: Dadang Subiantoro)

Petrokimia Gresik kembali menggelontorkan dana pinjaman sebesar Rp. 6,36 milyar, pada Kamis (21/12/17). Uang senilai  itu untuk modal kerja program kemitraan, sebagai salah satu program CSR. Pada penandatanganan perjanjian yang dilakukan di Petrokimia Gresik tersebut, dihadiri 37 mitra binaan. Menurut Dwi Tjahjo Juniarto, GM Umum Petrokimia Gresik, mitra binaan yang menandatangani surat perjanjian itu terdiri dari peternak sapi, pembudidaya ikan, petani, pengusaha  bidang industri dan perdagangan. Mereka berasal dari dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pejabat eselon I yang akrab dipanggil Yayok ini mengungkapkan, tujuan dari program tersebut agar mitra binaan bisa menjadi petani, peternak, pembudidaya ikan dan pengusaha yang mandiri dan tangguh. “Setelah mendapatkan pinjaman uang, mereka kami latih dengan mendatangkan tenaga pengajar profesional di bidang masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar usaha mereka jauh lebih maju dari sebelumnya,” jelasnya. Yayok menambahkan, dengan majunya usaha mereka diharapkan kesejahteraan keluarga juga ikut meningkat. Dan yang tidak kalah pentingnya, para mitra binaan bisa mengangsur pinjaman tepat waktu.

Menurut Yayok, materi pelatihan disesuaikan dengan usaha yang digeluti oleh masing-masing mitra binaan. Bagi yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan, diajari bagaimana cara budidaya yang baik. Sedangkan untuk bidang industri dan perdagangan, selain diajari manajemen usaha dan semangat kewirausahaan, juga difasilitasi untuk mengikuti pameran. “Jika usaha meraka maju dan kesejahteraan meningkat, mereka akan bisa mengembalikan pinjaman dengan tepat waktu. Hal ini penting, karena dana tersebut merupakan dana bergulir, yang akan dipergunakan untuk mitra binaan berikutnya,” paparnya.

F. Insaniah, merupakan salah satu mitra binaan yang ikut dalam penandatanganan surat perjanjian pinjaman tersebut. Pengusaha batik dari Tanjung Bumi, Bangkalan tersebut sudah merasakan manfaat dari program ini. Dia mengaku kali ini merupakan pinjaman yang ke dua. Pinjaman pertama dia terima tahun 2015 silam, dan angsurannya sudah dilunasi tepat waktu. “Uang tersebut sangat berarti buat usaha saya, selain untuk menambah modal, juga bisa menambah karyawan. Dengan demikian, bisa membuka lapangan kerja untuk masyarakat di tempat saya,” akunya. Selain mendapat pelatihan, Insaniah juga diberi kesempatan untuk mengikuti pameran.

Jika Insaniah sudah yang kedua kalinya, Wiyono, pembudidaya ikan gurami dari Kumpulsari, Jember ini, baru sekali  mendapat pinjaman modal kerja dari Petrokimia Gresik. Dia datang mewakili kelompok pembudidaya ikan “Mina Tegal Jaya Makmur”, yang mempunyai 10 anggota. Dia berharap dengan pinjaman bunga lunak ini bisa mengembangkan usahanya. Wiyono mengakui, selama ini hasil panen gurami di kolamnya semakin bagus, semenjak menggaplikasikan Petro Fish, probiotik untuk ikan. “Sudah sejak pertengahan tahun ini saya pakai Petrofish, hasilnya nafsu makan ikan menjadi meningkat, pertumbuhan ikan juga pesat. Air kolam  tidak mudah keruh, dan tingkat kematian ikan relatif rendah,” katanya.

Di antara mitra binaan yang mengikuti program tersebut, bisa jadi Yadi lah peserta yang sudah 4 kali menerima pinjaman itu. Peternak sapi dari Panekan, Magetan itu berusaha selalu mengangsur dengan tepat waktu. “Mengangsur dengan tepat waktu, sebab saya menyadari uang itu nantinya juga buat saudara-saudara peternak lain yang juga membutuhkan,” jelasnya. Sama dengan Wiyono,  Yadi juga sudah menggunakan probiotik  produksi Petrokimia Gresik. Hanya saja Wiyono menggunakan Petrobio Feed, probiotik yang sangat bermanfaat untuk sapi. Dia mengaku dengan Petrobio Feed, sapi-sapinya tumbuh dengan cepat, dan kotorannya tidak berbau menyengat. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *