, , , , ,

BUDIDAYA HIDROPONIK

Untuk menyiasati lahan pertanian yang sempit, budidaya dengan cara hidroponik bisa menjadi pilihan. Tidak seperti budidaya tanaman konvensional dengan menggunakan media tanah, hidroponik memanfaatkan air sebagai medianya. Tentu saja media air tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik relatif mudah. Selain kecukupan unsur hara, tanaman hidroponik harus cukup mendapatkan sinar matahari. Jika kekurangan sinar matahari, tanaman hidroponik cenderung tumbuh tinggi tapi kurus, daun berwarna kekuningan dan tidak terlihat hijau segar. Di samping itu jarak antar batang daun menjadi renggang.

Ada berbagai teknik budidaya hidroponik yang dikenal oleh masyarakat. Yang paling sederhana dan populer, adalah wick system (sistem sumbu). Teknik ini cocok buat orang yang sebelumnya belum pernah melakukan budidaya. Pada wick system, akar tanaman tidak dicelupkan dalam air, tetapi tumbuh di media tanam, seperti rockwool, sabut kelapa, sekam bakar, atau vermiculite. Media-media tanam tersebut berperan sebagai bahan penahan air. Sementara, ujung sumbu yang lainnya posisikan dalam wadah berisi larutan nutrisi. Dengan adanya kapilaritas, media tanam akan menjadi lembab dan tanaman mendapat nutrisi.

Berikutnya adalah floating raft (sistem rakit apung). Pada teknik ini, tanaman ditanam pada lubang styrofoam yang mengapung di atas permukaan nutrisi. Media tersebut diletakkan di dalam bak atau kolam sehingga akar terendam dalam larutan nutrisi. Di mana larutan nutrisi tersebut tidak disirkulasikan, namun dibiarkan tergenang pada bak media. Jika terjadi sirkulasi pun, hanya dengan aliran rendah, dan sedikit pergantian air pada lapisan atas.

Teknik lainnya adalah flood and drain system (sistem pasang surut). Dengan teknik ini nutrisi dipompa dari bak penampung ke media yang dapat membasahi akar (waktu pasang). Selang beberapa waktu air bersama dengan nutrisi akan turun kembali menuju bak penampungan (waktu surut). Waktu pasang dan surut dapat diatur menggunakan timer sesuai kebutuhan tanaman, sehingga tanaman tidak akan tergenang atau sebaliknya, kekurangan air.

Ada juga teknik drip fertigation (sistem fertigasi). Prinsip pada teknik ini adalah memberikan air dan nutrisi dalam bentuk tetesan. Nutrisi tersebut menetes secara terus menerus sesuai kebutuhan tanaman. Drip fertigation cukup populer di kalangan pembudidaya hidroponik. Teknik ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.

Selanjutnya adalah nutrient film technique (nutrisi film tipis) atau dikenal dengan NFT. Teknik ini dengan membuat akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal, dan tersirkulasi. Sehingga tanaman memperoleh cukup air, nutrisi, dan oksigen.  Selain itu ada juga aeroponic (pengkabutan nutrisi), di mana akar tanaman tumbuh menggantung di udara, dan diberi nutrisi dalam bentuk kabut.

Nutrisi tanaman merupakan unsur-unsur penting yang diperlukan tanaman untuk tumbuh, termasuk tanaman hidroponik. Pada tanaman hidroponik, unsur-unsur makro yang harus dipenuhi adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan unsur-unsur mikro meliputi Fe, Cl, Mn, Zn, B dan Mo. Nutrisi hidroponik harus 100% water soluble, karena larutan nutrisi tersebut sebagai sumber pasokan air dan mineral, untuk pertumbuhan dan kualitas panen. Sehingga komposisi nutrisi yang diberikan harus tepat.

Secara umum dikenal dua jenis nutrisi hidroponik, yaitu yang berbentuk padat dan cair. Nutrisi yang berbentuk padat pada umumnya dijual dalam dua macam yakni padatan A dan B. Nutrisi jenis ini harus diencerkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Nutrisi berbentuk cair umumnya dijual dalam bentuk kemasan botol, dan biasanya dikemas dalam dua macam larutan, yaitu larutan A dan B.

Nutrisi bentuk cair lebih mudah dalam aplikasi dibandingkan nutrisi hidroponik bentuk padat. Saat ini ada berbagai produk nutrisi cair untuk hidroponik yang dijual di pasaran, salah satunya adalah Petro Ponic. Nutrisi hidroponik cair ini mulai dikembangkan oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 2016. Petro Ponic mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, cocok untuk tanaman sayuran daun. Selain larut sempurna dalam air, nutrisi cair ini mudah diaplikasikan. Petro Ponic bisa didapatkan di seluruh Petro Mart yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. (Riset PG)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *