, ,

Nasehat Ibu Menjadi Kunci Keberhasilannya

Sri Sumarni, Bupati Grobogan

Nasehat Ibu Menjadi Kunci Keberhasilannya

Sri Sumarni tidak pernah bermimpi untuk menjadi Bupati Grobogan. Hidupnya mengalir seperti aliran sungai-sungai bening di desanya, Karangsari, Kecamatan Grati. Dia hanya anak desa yang dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ibunya yang menjadi orang tua tunggal setelah bapaknya meninggal dunia, membesarkan 8 anak dengan berjualan hasil bumi. Masa kecil yang pahit menjadikan cambuk baginya agar bisa hidup lebih baik.

Selepas SMA tahun 1981, Sri muda bekerja sebagai kasir di Koperasi Unit Desa (KUD) Karangsari. Berkat integritas, ketekunan dan keuletannya, kariernya beranjak menjadi juru buku, hingga akhirnya diangkat sebagai manager pada tahun 1990. Ketika menjadi manager, dia bersentuhan dengan pupuk bersubsidi. Saat itu distribusi pupuk bersubsidi hanya boleh dilakukan oleh KUD. Berbekal pengalaman menggeluti pupuk bersubsidi, Sri dipercaya menjadi distributor PT Petrokimia Gresik pada tahun 2003. Bisa dikatakan saat itu Sri merupakan satu-satunya distributor perempuan di Jawa Tengah.

Dia mengakui bahwa Petrokimia Gresik lah yang membesarkannya. “Saya mulai dari nol, kemudian mendapatkan pembinaan dari Petrokimia. Saat itu saya langsung ditawari wilayah di beberapa kabupaten, diajari pemasaran, dan diajari bagaimana mengelola ekspedisi. Hingga akhirnya dari tahun ke tahun serapan pupuk subsidi meningkat terus,” kenangnya.

Anak perempuan pasangan Sunardi dan Lasiyem ini, mengatakan bahwa hampir tidak mendapatkan keuntungan dari usaha pupuk bersubsidi. Sri hanya mengharapkan keuntungan dari jasa ekspedisinya. Buatnya, menjadi distributor pupuk bersubsidi lebih sebagai pengabdiannya kepada petani. Menurutnya, dengan menjadi distributor, dia bisa membantu menyalurkan pupuk subsidi kepada petani. “Melihat kinerja saya yang dianggap mampu selama menjadi distributor, saya ditawari menjadi Mitra Produksi Petroganik. Akhirnya saya menyanggupi, meski pun saat itu Petroganik belum disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya. Di tengah kesibukan menjalani dunia usaha, Sri Sumarni menyempatkan meneruskan pendidikan hingga jenjang S2, hingga menyandang gelar Magister Manajemen tahun 2011.

Ketika dilantik menjadi bupati, orang yang paling diingat adalah ibunya. Berkat didikan ibunya lah, salah satu faktor Sri bisa menempati puncak piramida di Grobogan. Sayangnya ibunya meninggal, beberapa tahun sebelum dinobatkan sebagai bupati. “Ibu tidak sempat menyaksikan pelantikan saya, tapi semua nasehatnya akan menjadi pegangan dalam hidup saya. Dan yang paling saya ingat adalah pentingnya arti kejujuran,” kenang Sri. Ibunya menekankan agar tidak mencari keuntungan pribadi dengan menggunakan jabatan. Harus tetap dekat dan memperhatikan rakyat, utamanya rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Sri baru dilantik menjadi bupati 8 bulan lalu, tepatnya tanggal 22 Matret 2016. Yang menjadi prioritasnya saat ini, segera mengambil langkah-langkah untuk mengentas kemiskinan di Grobogan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah buatnya. Diakuinya, Grobogan, masih tetinggal jauh dibandingkan kabupaten lain di Jawa Tengah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan pinjaman dengan bunga rendah. Tentu saja dengan terlebih dahulu meminta persetujuan legislatif. “Saya harus membangun infrastruktur, pertanian dan pembinaan UMKM dengan dana bantuan APBN. Selain itu juga akan mendatangkan investor untuk bersama-sama membangun Grobogan,” jelasnya. (Made Wirya)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *