, ,

Sudah Dua Musim Tanam PHONSKA Plus Berhasil Tingkatkan Panen Padi di Sragen

Melihat tanaman padi dengan malai merunduk dan bulir gabah terlihat bernas, Supomo (41) tersenyum puas. Upaya petani yang tinggal di Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen dalam meningkatkan produksi padi ini, tidak sia-sia. Supomo mengaku sebelumnya panen padi di lahannya hanya mencapai lebih kurang 7,5 ton per hektar. Sejak mengaplikasikan PHONSKA Plus, ada peningkatan yang cukup signifikan. “Saya mulai menggunakan PHONSKA Plus pada akhir tahun 2016, ada peningkatan (hasil panen padi) sekitar 1,5 ton per hektar,” akunya.

Menurut suami dari Nur Indriyati ini, reaksi PHONSKA Plus segera terlihat pada saat padi berumur 22 hari. “Ndemenake (menyenangkan), batang lebih kokoh, daun lebih hijau segar. Waktu itu saya yakin, jika tidak ada halangan, panen akan meningkat. Dan perkiraan saya terbukti benar, memang ada peningkatan (panen),” ujarnya antusias. Selain PHONSKA Plus, Supomo juga mengaplikasikan Petroganik dan Urea.

Padi yang ditanamnya saat ini sudah berumur 75 hari, pemanenen akan dilakukan awal Februari ini. Melihat penampakan fisiknya, bapak dua anak ini optimis hasil panen akan lebih baik lagi. “Jika harga gabah mencapai Rp. 5 ribu atau bahkan bisa lebih, akan lebih menguntungkan jika menggunakan PHONSKA Plus dibandingkan NPK subsidi. Mengingat ada peningkatan 1,5 ton per hektarnya,” jelas petani yang memiliki total luas lahan garapan 1,25 hektar ini.

Peningkatan panen padi dengan mengaplikasikan PHONSKA Plus, juga dialami oleh Sobirin (38), teman satu desa Supomo. Dia juga mengakui tentang keunggulan pupuk NPK produksi Petrokimia Gresik dengan tambahan 2.000 ppm Zinc tersebut. “Ya memang benar, di lahan saya ada peningkatan sekitar 1,6 ton per hektar. Padi juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Gabahnya juga lebih berisi dan warna hijau daunnya bisa bertahan lebih lama,” akunya.

Perkenalan Sobirin dengan PHONSKA Plus terjadi pada akhir tahun 2016. Saat itu agak susah untuk mendapatkan pupuk NPK subsidi, disebabkan karena alokasi di wilayahnya sudah habis. Tadinya dia ragu-ragu untuk menebusnya di kios, mengingat harganya yang relatif tidak murah. Tapi Sobirin akhirnya ‘terpaksa’ beli karena tidak ada pillihan lain. “Baru ketika melihat hasilnya pada saat umur padi sekitar 3 minggu, saya benar-benar yakin. Ternyata pupuk ini luar biasa. Tidak rugi saya membeli dengan harga lebih mahal dibanding NPK subsidi,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.

Meningkatnya panen padi di Kecamatan Ngrampal karena mengaplikasikan PHONSKA Plus, berdampak pada naiknya permintaan pupuk tersebut di kios-kios. Hal ini diakui oleh Pesi Suryani, pengelola kios “Sri Murni” yang terletak di Desa Bener, Kecaraman Rampal, Sragen. “Para petani yang semula membeli karena tidak ada pilihan lain, akhirnya menjadi yakin setelah melihat hasilnya. Sehingga pada musim tanam berikutnya, sudah banyak petani yang menebusPHONSKA Plus di kios kami,” paparnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *