, , , ,

Babinsa Sragen Harus Memiliki Pengetahuan Pertanian yang Lebih Terukur

Dandim 0725/Sragen, Letkol Arh. Camas Sigit Prasetyo, M.Mds

Hal tersebut disampaikan ketika memberikan sambutan pada sosialisasi teknis pemupukan dan budidaya kepada Babinsa di Makodim 0725/Sragen pada Selasa (16/01/2017). Camas Sigit Prasetyo menegaskan,  MOU antara TNI dan Kementerian Pertanian sudah terbukti berhasil mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi panen. Berkaitan dengan hal tersebut, kehadiran Babinsa (Bintara Pembinaan Desa) sebagai motivator buat petani, dituntut untuk memiliki pengetahuan di bidang pertanian yang lebih baik. Misalnya saja pengetahuan tentang sifat tanah di wilayah kerjanya. Karena antara satu wilayah dengan wilayah lainnya di Sragen, mempunyai sifat  yang berbeda.

“Di samping itu Babinsa juga harus mengetahui bagaimana cara pemupukan yang ideal. Bukan berarti Babinsa mengambil alih peran penyuluh, tetapi lebih ke menyinergikan  langkah dan gerak dengan fungsi dan peran masing-masing,” paparnya. Menurut Camas hal tersebut untuk mendinamisasi pembangunan pertanian di pedesaan. Dengan demikian keberadaan Babinsa diharapkan benar-benar berarti, utamanya ketika berada di tengah-tengah petani,” jelasnya.

Menurut Manager Promosi dan Perencanaan Pemasaran Petrokimia Gresik, Luqman Harun yang hadir dalam kesempatan tersebut, sosialisasi ini cukup penting. Karena Petrokimia Gresik (PG) ingin menjadi bagian dari kerjasama, dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Hal ini kami wujudkan  melalui kegiatan sharing knowledge antara PG dengan rekan-rekan Babinsa. PG dapat berbagi informasi tentang pupuk, pemupukan, dan budidaya. Sementara itu, BABINSA dapat memperkaya informasi-informasi tersebut dari pengalaman-pengalaman di lapangan”, ujarnya.

Luqman menjelaskan, dalam kegiatan tersebut PG  memberikan  materi tentang pemupukan berimbang dan budidaya, khususnya tanaman padi.  Selain itu juga pengetahuan tentang berbagai produk pupuk, dan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. “Pemupukan berimbang pada tanaman padi penting, karena merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan, akan mempermudah Babinsa dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani,” tegasnya.

Di hadapan 260 peserta yang terdiri dari seluruh Babinsa dan Danramil, serta anggota dan perwira,  Luqman Harun berjanji, jika diperlukan PG akan mendatangkan Mobil Uji Tanah. Mobil yang dilengkapi beberapa peralatan uji tanah tersebut, akan membantu Babinsa dan petani dalam mentukan sifat tanah, baik sifat kimia maupun fisika.  (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *