, ,

Aneka Sayuran Tumbuh Subur di Makodim 0725/Sragen

Dandim 0725/Sragen, Letkol. Arh. Camas Sigit Prasetyo. M.Mds. di depan tanaman kol yang tumbus subur. (foto: Made Wirya)

Gresik, tabloidsahabatpetani.com: Makodim 0725/Sragen yang terletak di Jl. Raya Sukowati 13 Sragen itu tampak asri. Selain ditumbuhi pepohonan keras yang rindang, markas militer tingkat kabupaten itu dihijaukan dengan berbagai macam tanaman hortikultura. Dari mulai cabai rawit, tomat, terong, jahe merah, sawi, brokoli, hingga okra. Aneka sayuran itu ada yang ditanam di dalam pot plastik hitam, kecuali okra yang dibudidayakan di tanah. Semuanya ditata demikian rapi dan tumbuh dengan subur. Sayuran yang ditanam di dalam pot, sebagian besar diletakkan di empat buah rak bertingkat dari bahan galvalum.

Menurut Dandim 0725/Sragen Letkol. Arh. Camas Sigit Prasetyo. M.Mds., keberadaan berbagai komoditas hortikultura itu merupakan program Kampung Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari TNI. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan lahan kosong di seputar Makodim, dan hasil panennya bisa dinikmati anggota Kodim untuk memenuhi gizi keluarga. “Selain di Makodim, di masing-masing rumah anggota juga ditanami berbagai sayuran tersebut. Dengan adanya program ini (KRPL), diharapkan bisa memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga anggota,” jelasnya.

Camas menyampaikan program KRPL ini dimulai sejak Juni 2015. Dari mulai ditanam, sudah beberapa kali dilakukan panen oleh, baik oleh anggota Kodim maupun ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana. Dia mengakui bahwa keberhasilan panen sayuran ini, berkat sentuhan tangan beberapa angggota yang memang mempunyai keahlian budidaya sayuran. “Ternyata hasilnya tidak mengecewakan, sehingga anggota dan keluarganya bisa mendapatkan sayuran segar dan bergizi,” kata Camas.

Camas mengungkapkan, saat ini jumlah sayuran yang ditanam di Makodim sebanyak 450 tanaman. Dari jumlah tersebut, 350 sayuran dari berbagai komoditas ditanam di pot, selebihnya ditanam di jalur hijau halaman depan, utamanya untuk okra. Semula area yang ditanami hanya di halaman belakang saja, penanaman dilakukan oleh Staf TUUD (Tata Usaha dan Urusan Dalam), dibantu oleh Staf Teritorial untuk pembuatan rak galvalumnya.

Dari beberapa sayuran, yang menarik adalah kol atau kubis. Hortikultura yang biasanya hidup subur di dataran tinggi itu ternyata berhasil di bididayakan di sini. Hal ini tidak lepas dari tangan dingin Hariyadi, salah satu ASN (Aparat Sipil Negara) di TUUD. “Medianya ya hanya menggunakan pupuk kandang, sekam, dan tanah dengan perbandingan 1:2:3. Campuran tersebut kemudian diaduk secara merata, sebelum dimasukkan ke pot. Saat kol berumur 14 hari diberi pupuk NPK.” katanya. Mengenai serangan hama, Hariyadi mengungkapkan pernah diserang ulat, tapi hanya beberapa pot. Yang terserang pun hanya beberapa lembar daun saja. Untuk mengatasi serangan ulat, dia menyemprot insektisida

Keberhasilan budidaya sayuran di Makodim 0725/Sragen ternyata didengar juga oleh Makodam V Brawijaya, sehingga mengirimkan beberapa anggotanya untuk belajar. “Selain dari Makodam, KRPL di sini pernah dikunjungi oleh Brigjend Sudarto dari Tim Sergap Mabesad beserta 2 stafnya. Mereka juga ingin belajar bagaimana cara menanam berbagai sayuran ini, agar bisa tumbuh subur,” papar Camas. Ke depan dia berharap agar program KRPL di Makodim, bisa lebih ditingkatkan lagi, baik jumlah komoditas maupun kulaitas tanamannya.

“Program ini sebenarnya digalakkan oleh Dandim sebelumnya, Pak Edi (Kolonel Inf. Edi Saputra, S.I.P, saat ini menjabat sebagai Aspers Kasdam I/BB). Kami hanya melanjutkan dan mengembangkannya,” ujarnya. Selain menanam berbagai sayuran, parit di halaman depan Makodim yang berair bening tersebut, juga dimanfaatkan untuk memelihara ikan nila. “Ikan-ikan itu dipelihara selain untuk memperindah pemandangan, juga agar tidak menjadi sarang nyamuk,” jelasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *