, ,

Dengan PHONSKA Plus Panen Padi di Bojongasih Tembus 10 Ton Per Hektar

sahabatpetani.com – Sudah berbilang kali demonstration plot (demplot) dengan mengaplikasikan PHONSKA plus menuai hasil gemilang. Pupuk NPK dengan tambahan Sulfur (S) dan Zink (Zn) produksi Petrokimia Gresik tersebut, kali ini diaplikasikan di sawah milik Tosin, anggota kelompok tani “Harapan Mukti 2”. Demplot padi di sawah yang terletak di Desa Mertajaya, Kecamatan Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya itu berhasil panen 10 ton per hektar. Hal ini diungkapkan oleh Vina, PPL di desa tersebut pada Selasa (9/1). “Panen padi di wilayah kerja kami biasanya hanya sekitar antara 7 – 8 ton per hektar. Dengan hasil panen 10 ton per hektar di lahan milik Pak Tosin, menurut saya luar biasa,” papar Vina. Hal tersebut diamini oleh Rajab, staf dari BPP Kecamatan Bojong Asih. Menurut Rajab, dari hasil ubinan diperoleh jumlah malai 10 hingga 12 malai. “Jumlah bulir per malai berkisar antara 189 – 239 bulir, dengan jumlah anakan 19 sampai dengan 25 anakan,” jelas Rajab. Menurut Rajab, keberhasilan panen padi di lahan milik Tosin bukannya tanpa kendala, selain cuaca yang ekstrim, juga terjadi serangan blas. Tapi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur Pyricularia  grisea tersebut tidak berakibat buruk. Selain PHONSKA Plus menjadikan padi lebih tahan terhadap hama dan penyakit, juga dilakukan pengendalian oleh Petrokimia Kayaku, salah satu anak perusahaan Petrokimia Gresik. Sedangkan untuk pemupukan, Vina merekomendasi 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA Plus, dan 200 kg urea, per hektar. Demplot tersebut didukung oleh K3PG, distributor pupuk Petrokimia Gresik, dan UD Titani, salah satu kiosnya. Menurut staf K3PG Wildan El Rahman, dipilihnya UD Titani dengan pertimbangan kios tersebut lebih proaktif dalam pelaksanaan demplot. “Ke depan kami akan melakukan demplot lagi di beberapa titik, dengan melibatkan kios lain yang juga proaktif. Hal ini untuk membuktikan, bahwa pemupukan berimbang dengan PHONSKA plus, terbukti mampu meningkatkan hasil panen,” paparnya. Dimintai pendapatnya tentang keberhasilan panen di lahannya, Tosin mengaku sangat puas. Dia akan mengaplikasikan PHONSKA Plus pada musim tanam berikutnya. “Memang PHONSKA Plus lebih mahal, namamya juga pupuk non subsidi. Tapi jika dihitung-hitung, dengan kenaikan produksi 2,5 ton per hektar, masih lebih menguntungkan. Biasanya di lahan saya hanya panen 7,5 ton per hektar,” ungkap Tosin. (Fajar Ismail, SPDP Tasmisbanran)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *