, , , , , , , , ,

Setelah Menandatangani SPJB Puluhan Kios Tebus Produk Pengembangan

sahabatpetani.com – Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) antara Petrokimia Gresik (PG) dengan distributor dan kios pupuk subsidi wilayah Blitar, dilaksanakan pada Kamis (25/1) di Kampung Coklat, Blitar. Menurut GM Penjualan Ritel PG Wismo Budiono, penandatanganan oleh 7 distributor dan 250 kios tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyalurkan pupuk subsidi. “Penandatangan SPJB merupakan langkah awal dalam mengawal penyaluran pupuk subsidi, agar sampai ke tangan petani. Saya juga menekankan pada distributor dan kios agar mentaati ketentuan administrasi pupuk subsidi,” ujarnya.

Selain penandatanganan SPJB, juga diadakan sosialisasi produk pengembangan PG. Sosialisasi tersebut dilakukan mengingat produk pengembangan mempunyai prospek yang bagus di Kabupaten Blitar. Hal ini diungkapkan oleh Manager Promosi dan Perencanaan Pemasaran Luqman Harun. Menurutnya produk pengembangan PG diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan pertanian saat ini. “Selain itu produk pengembangan merupakan salah satu inovasi PG agar bisa survive dalam persaingan yang semakin ketat,” papar Luqman.

Luqman mengatakan, produk pengembangan yang disosialisasikan pada acara tersebut adalah Kaptan, Petrocas, Petrobio Fertil, Petrogladiator, Petro Chick, dan Petrobio Feed. Kaptan dan Petrocas merupakan produk pembenah tanah, untuk menjaga kestabilan PH. Hal ini dimaksudkan agar penyerapan unsur hara oleh tanaman bisa optimal. Petrobiofertil adalah pupuk hayati untuk menjaga kesuburan biologi tanah.

Sedangkan Petrogladiator, yang diproduksi dalam bentuk cair dan padat, merupakan dekomposer yang sangat mudah diaplikasikan. “Selain itu kami juga memproduksi beberapa probiotik, di antaranya adalah Petro Chick untuk unggas dan Petrobio Feed untuk ruminansia,” jelas Luqman.

Sementara itu, Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) wilayah Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek, Muhamad Yahya mengapresiasi kekompakan distributor wilayah Blitar. “Distributor di Blitar cukup kompak. Mereka melakukan pertemuan rutin antara 1 sampai 2 bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut mereka melakukan koordinasi terkait evaluasi administrasi dan penyaluran pupuk subsidi. Selain itu juga membahas perkembangan penjualan produk-produk pengembangan,” jelasnya. Menurut Yahya, hal tersebut tidak lepas dari alokasi dan realisasi pupuk subsidi, yang mencapai 100 % pada tahun 2017.

Hal ini diamini oleh Agus Supriyanto dari Puskud Jatim, salah satu distributor di Kabupaten Blitar. “Karena target penyaluran pupuk subsidi tahun 2017 sudah tercapai 100 %, kami para distributor dan kios di Blitar mulai jualan produk non subsidi, utamanya produk pengembangan. Tapi untuk sementara ini disepakati yang melakukan penjualannya baru 2 distributor, yaitu Mitra Jaya Tani dan Sengi Raya Abadi,” paparnya. Lebih lanjut Agus menjelaskan, kios yang sudah menebus produk pengembangan dalam jumlah terbanyak adalah Aman Abadi, dari Desa Sidodadi, Kecamatan Garum.

Yahya mengakui penjualan produk pengembangan di wilayahnya memang mulai kelihatan bergairah. Untuk saat ini karena masih mengawali, akan memperkuat terlebih dahulu jaringan pemasarannya. “Kita bisa lihat sendiri, setelah acara penandatanganan SPJB, banyak peserta yang antusias menanyakan produk pengembangan. Bahkan sebagian di antara mereka langsung menebus beberapa produk pengembangan,” katanya sambil menunjuk puluhan pemilik kios yang mengerumuni PPD (Perwakilan Pemasaran Daerah), sebutan untuk asisten SPDP . (Bayu Kristianto)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *