, ,

Denfarm Petroganik dan PHONSKA Plus di Sragen Hasilkan Padi 9,6 ton Per Hektar

sahabatpetani.com – Sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi, Mitra Produksi Petroganik di wilayah Solo Raya melakukan demonstration farm (denfarm) di Kabupaten Sragen. Denfarm dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan pada Rabu (7/2). Dari hasil panen diperoleh gabah sebanyak 9,6 ton per hektar. Menurut Suradi, salah satu petani yang lahannya dijadikan denfarm, jumlah tersebut merupakan peningkatan yang berarti.

“Pada musim yang sama dengan varietas padi sejenis, kami hanya memperoleh panen sebesar 7,8 ton per hektar. Jadi peningkatan sebesar 1,8 ton per hektar, dengan harga beras yang akhir-akhir ini lumayan bagus, tentu saja saya mendapatkan untuk yang lumayan banyak,” ujar Suradi.

Mengenai pemupukan, Suradi mengungkapkan bawa dia dan teman-teman yang lahannya dijadikan denfarm, mengaplikasikan pemupukan berimbang. “Sesuai kawalan dari petugas penyuluh, pupuknya menggunakan 500 kg Petroganik, 300 kg Phonska Plus, dan 200 kg urea,” jelas Ketua Kelompok Tani “Barokah” tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Sudar, Koordinator PPL dari BPP Kec Sambungmacan yang terlibat aktif mengawal denfarm tersebut. Menurut Sudar, penggunaan Petroganik bermanfaat untuk pembenah tanah, jika tanahnya menjadi sehat, maka tanaman lebih mudah menyerap unsur hara. Sedangkan PHONSKA Plus, dengan tambahan Zink bisa menyempurnakan pertumbuhan padi.

Dalam sambutan di depan lebih dari 200 petani yang hadir dan Forpimda Sragen, Bupati Sragen Kusdinas Untung Yuni Sukowati mengatakan bahwa Sragen adalah lumbung padi nasional. Sebagai salah satu penyangga padi nomor dua di Jawa Tengah, setelah Cilacap, banyak lahan sawah di Sragen yang berkurang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya alih fungsi lahan.

“Tapi hal tersebut tidak mengurangi kontribusi Sragen dalam menopang kedaulatan pangan. Kami juga sangat berhati-hati untuk menjaga ini (produktivitas). Karena dari RT/RW yang sedang kami susun, Kecamatan Sambungmacan termasuk daerah yang akan menjadi zona industri,” katanya.

Menurut Yuni, hal ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga perekonomian di Sragen bisa naik, dan tetap menjadi lumbung pangan. “Saya berterimakasih kepada rekan-rekan TNI yang luar biasa dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Sragen. Termasuk dalam hal ini adalah Petrokimia Gresik, berkat kerjasama yang intens dalam hal kelancaran distribusi pupuk, panen padi di Sragen bisa meningkat,” paparnya.

Mengenai upaya peningkatan produksi pertanian di Sragen, Direktur Utama Petrokimia Gresik (PG) Nugroho Christijanto mengatakan akan terus mendukung. Bentuk dukungan tersebut adalah melalui ketersediaan pupuk. Nugroho menyampaikan, di antara produsen pupuk yang lain, PG merupakan produsen pupuk terlengkap. Karena PG tidak hanya memproduksi urea, tapi juga ZA, SP-36, dan NPK dengan jumlah produksi yang paling banyak. “Dengan produksi yang cukup banyak seperti ini, memudahkan kami dalam memberikan dukungan kepada para petani. Baik dalam jumlah, dosis, dan waktu yang tepat, manakala dibutuhkan,” ujarnya.

Dalam sambutannya Nugroho juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran TNI, khususnya Korem 074/Warastratama. Melalui babinsa yang senantiasa mendukung program ketahanan pangan, yang menjadi program utama Pemerintahan Presiden Jokowi. “Komitmen pemerintah dalam menyukseskan ketahanan pangan, benar-benar nyata dan patut kita dukung bersama-sama,” ucapnya.

Sementara itu, Sunardi yang mewakili Mitra Produksi Petraganik wilayah Solo Raya mengatakan, tujuan denfarm adalah untuk meningkatkan produksi tanaman pangan. Khususnya peningkatan produksi padi dengan penggunaan Petroganik dan PHONSKA Plus. “Target yang akan kami raih dalam denfarm adalah 9 ton per hektar, selama ini di daerah sini hanya 7 ton per hektar,” jelasnya.

Menurut Sunardi, denfarm melibatkan 8 Mitra Produksi Petroganik Solo Raya. Mereka membantu mulai dari pemilihan lahan hingga biayanya. Program denfarm ini untuk 6 kabupaten, masing-masing seluas 5 hektar. Sebelumnya denfarm dilakukan di Boyolali. “Sragen merupakan denfarm yang kedua. Nantinya akan dilanjutkan di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan Karanganyar,” jelasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *