, , , , , , ,

Kopdar Panaba ke Lima, Menjalin Silaturahmi dan Meningkatkan Pengetahuan Budidaya Buah Naga

Panaba (Persatuan  Petani Buah Naga Banyuwangi} menggelar kopi darat (kopdar) yang ke lima. Kopdar kali ini dilakukan di  rumah makan di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, pada  Minggu (25/2}. Menurut Ketua Panaba Wendi, kopdar yang dihadiri oleh 160 petani dari seluruh Kabupaten Banyuwangi ini bertujuan untuk menjamin silaturahmi antar  anggota. “Dengan terjalinnya silaturami, kami bisa berbagi informasi mengenai berbagai hal seputar budidaya buah naga, termasuk gejolak harga yang akhir-akhir ini terjadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wendi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya acara ini, salah satunya Petrokimia Gresik yang mengirim stafnya untuk berbagi ilmu pemupukan, khususnya pada budidaya buah naga. “Tentu saja hal ini akan bisa melengkapi pengetahuan petani buah naga di Banyuwangi. Dengan semakin meningkatnya pengetahuan budidaya, diharapkan petani bisa menghasilkan produksi buah naga yang lebih baik lagi. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi,” ujarnya.

Hal tersebut diamini oleh Edy Lusi, salah satu pengurus Panaba sekaligus pemateri pada kopdar tersebut. Menurutnya, kopdar kali ini juga untuk mengembalikan rasa percaya diri petani buah naga, setelah komoditas tersebut mengalami kehancuran karena terserang cacar. “Serangan cacar pada buah naga ini merupakan tren empat tahunan. Nah pada kopdar kali ini, kami menemukan strategi jitu untuk mengatasi penyakit mematikan pada buah naga tersebut. Strategi ini kami bagikan kepada para petani buah naga yang hadir, selain kami sebarkan di grup media sosial, agar petani yang tidak bisa hadir juga bisa mengetahui,” terangnya

Menurut Manager Promosi dan Perencanaan Pemasaran Petrokimia Gresik Luqman Harun, Selain mendatangkan staf untuk berbagi pengetahuan pemupukan buah naga, Petrokimia Gresik juga melibatkan Mobil Uji Tanah. Mobil yang dilengkapi dengan berbagai piranti uji tanah seperti alat uji pH, kadar C-Organik, unsur hara N, P dan K, ini diparkir halaman depan tempat pertemuan. “Kami berharap dengan kehadiran mobil uji tanah, petani buah naga di banyuwangi bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk menguji tanah di lahan yang digarapnya,” paparnya.

Salah satu peserta kopdar yang memanfaatkan kehadiran mobil uji tanah adalah Huda, petani buah naga dari Desa Gumukharjo, kecamatan Purwoharjo. Dari hasil uji, tanah di lahannya terindikasi pH tanah agak basa, selain itu kandungan C-Organik juga rendah. Untuk pH tanah yang rendah, Huda disarankan oleh petugas mobil uji tanah untuk menambahkan Sulfur (S) atau Petrocas sebanyak 0,5 per tanaman. “Sedangkan untuk rendahnya kandungan C-Organik, saya dianjurkan untuk mengaplikasikan pupuk organik, minimal 1,5 – 2 kg per tanaman, setiap 4 bulan,” katanya sambil menunjukkan laporan hasil analisa pada selembar kertas. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *