, , , , , , ,

Nanang Lawanto Berbagi Tips agar Buah Jambu Tumbuh Lebih Lebat, Besar, dan Manis

sahabatpetani.com – Sejak masih bujangan Nanang Lawanto (41)  mengembara keluar desanya, untuk mencari peruntungan. Tahun 2005 dia berangkat ke Lampung, mengikuti jejak teman sedesanya yang sukses membudidayakan jeruk. Dengan sedikit uang tabungan yang dimiliki, dia menyewa lahan milik penduduk setempat. Rencananya lahan tersebut  akan digunakan untuk menanam jeruk. “Waktu itu  mencari lahan sangat mudah dengan harga relatif murah. Di Lampung saya hanya bertahan hingga tahun 2008, dan kembali ke Jember untuk meneruskan budidaya jeruk,” kisahnya.

Dari hasil usaha budidaya jeruk di Lampung, Nanang bisa membeli lahan seluas satu hektar di desanya. Lahan tersebut juga ditanami jeruk, mengingat dia sudah mempunyai pengalaman membudidayakan komoditas tersebut. Selain itu suami dari Umi Maghfiroh itu menyewa beberapa hektar lahan untuk padi dan tebu. Belakangan Nanang menanam jambu citra yang harganya cukup tinggi. Dia mencoba membudidayakan jambu tersebut karena harga jualnya lumayan tinggi.

“Semula saya ingin coba-coba saja, dengan hanya menanam 15 pohon. Bibitnya beli dari salah seorang kawan sesama petani, yang terlebih dahulu menanamnya. Umur tiga tahun jambu sudah bisa dipanen, dan hasilnya lumayan. Dari sekali panen untuk 2 pohon, saya bisa dapat uang Rp. 6 juta,” ujarnya. Bapak dua anak itu kemudian mencoba menanam jambu kristal dan jambu merah di lahan seluas hampir 4.000 m2.

Saat ini  lahan yang dikerjakannya seluas 15 hektar, baik yang milik sendiri maupun sewa. Dari hasil bertani selain bisa membeli lahan beberapa hektar,  Nanang bisa membangun rumah megah dia atas lahan seluas 2 ribu meter persegi. “Bertani itu bisa menjadi profesi yang memberikan kesejahteraan, asalkan kita harus ulet dan terus belajar. Tidak malu bertanya kepada petani lain yang berhasil dan mau menerima masukan dari mereka yang sudah berpengalaman,” akunya.

Nanang juga belajar ilmu pertanian dengan memanfaatkan internet. Menurutnya ada banyak sekali informasi yang bisa didapatnya di situ. Apalagi dengan adanya telepon pintar (smart phone) yang mudah dioperasikan dan bisa dibawa ke mana saja. Ketika berada di lahan dan menemui masalah, lelaki rendah hati itu bisa mencari informasi melalui Google. “Sebenarnya ada banyak informasi seputar pertanian di sekitar kita, baik ketemu langsung dengan orang yang menguasai bidang itu, atau dengan memanfaatkan internet,” terangnya.

Saat ini Nanang menjadi Ketua Poktan “Sidodadi 1”, yang membawahi lebih dari 200 petani. Anggota poktan tersebut rata-rata menanam padi dan jeruk. Untuk sementara ini hanya dia yang membudidayakan jambu. Alasan mereka belum mencoba menanam jambu mengikuti jejaknya, karena belum tahu bagaimana caranya. Nanang mencoba mengenalkan kepada mereka bagaimana caranya membudidayakan jambu, yang prospeknya lumayan bagus itu.

Sebenarnya perawatan dalam membudidayakan jambu itu, menurut Nanang, cukup mudah. Hanya saja dibutuhkan ketelatenan dalam penyiangan gulma, pemangkasan, dan memilih pupuk yang berkualitas, agar bisa berbuah dengan lebat, besar dan manis. Nanang menyampaikan, tujuan dari penyiangan gulma agar pemupukan lebih efektif dan efisien. Pemangkasan dilakukan agar bisa memperlebat cabang, sebab ketika cabangnya lebat bunga juga menjadi lebat, dan berpotensi mendapatkan buah yang banyak.

Yang tidak kalah pentingnya, kata Nanang, adalah pemupukan. Dia mengaplikasikan pupuk SP-36, ZA dan PHONSKA Plus. Nanang mengakui, sudah sejak satu tahun ini mengaplikasikan PHONSKA Plus, NPK produksi Petrokimia Gresik yang mengandung 9 % Sulfur dan 2.000 ppm Zink. “Dibanding dengan sebelumnya, ketika  saya masih menggunakan NPK merk lain, PHONKSA Plus membuat buah jambu tumbuh lebih lebih lebat, lebih besar, dan rasanya lebih manis. Tentu saja harga jualnya juga  lebih tinggi,” ungkapnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *