, , , , ,

Meningkat 12,5 Ton Per Hektar, Petani Tomat Nagari Sungai Janiah Lakukan Syukuran

sahabatpetani.com – Syukuran keberhasilan panen tomat di Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Solok, dilakukan dengan sederhana pada Selasa (20/3). Panen di lahan milik Zulbarnat tersebut merupakan hasil demplot yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Tujuannya untuk lebih mengenalkan PHONSKA Plus di daerah itu. Syukuran dihadiri oleh 35 petani dari Nagari Cupak, Talang, Guguk, dan Nagari Sungai Janiah. Beberapa tokoh masyarakat setempat juga tampak hadir, seperti ketua poktan, tetua adat, dan wali nagari.

Syukuran dimulai dengan sambutan Wali Nagari Sungai Janiah, Zumadel. Lelaki berkacamata itu menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan panen di lahan milik salah satu penduduk nagarinya. “Semoga Petrokimia Gresik lebih banyak melakukan sosialisasi dan demplot dengan pemupukan yang ideal. Hal ini dimaksudkan agar petani di sini memperoleh pengetahuan untuk mendapatkan panen yang optimal,” harapnya.

Zulbarnat mengakui,  hasil panen tomat di lahannya kali ini memang mengalami peningkatan yang cukup berarti. Jika dihitung perolehan panen per hektar, terjadi peningkatan produksi sebesar 12,5 ton. “Saya mulai menanam bibit pada 3 Januari 2018. Dengan pengawalan dari PPL Nagari Sungai Janiah dan petugas lapangan Petrokimia Gresik. Pupuk yang saya aplikasikan adalah Petroganik,  ZA, dan PHONSKA Plus,” ujar pengurus Poktan Tapi Tabek itu. Zulbarnat mengakui, peningkatan panen tomat di lahannya tidak lepas dari peran PHONSKA Plus. Pupuk NPK produksi Petrokimia Gresik tersebut, menurutnya, membuat buah tomat tumbuh lebih lebat dan lebih besar.

PHONSKA Plus tidak hanya diaplikasikan untuk tomat saja, Zulbarnat juga mengaplikasikan untuk tanaman horti yang lain, seperti kentang, bawang merah, dan cabai. Dilihat dari pertumbuhannya, tanaman-tanaman tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tidak heran jika banyak petani di Nagari Sungai Janiah dan nagari-nagari tetangga yang mulai mengaplikasikan PHONSKA Plus. “Sudah banyak anggota Poktan Tapi Tabek yang mengikuti jejak saya. Saat ini sekitar 85 % anggota yang sudah mengaplikasikan PHONSKA Plus, baik untuk horti maupun tanaman pangan,” paparnya.

Hal ini diamini oleh SPDP (Staf Perwakilan Daerah Penjualan) Petrokimia Gresik Wilayah Sumatera Barat, Hery Purnomo. Menurut Hery, keberhasilan demplot tomat ini menyadarkan petani lainnya, bahwa pupuk yang berkualitas menjadi salah satu faktor penentu.  “Saya dan PPL Nagari Sungai Janiah secara intensif mengawal demplot ini. Mulai dari penyiapan lahan, perawatan, hingga menjelang panen,” jelas Hery. Dengan keberhasilan panen tersebut, menurut Hery, tidak mengherankan jika banyak petani yang mengapikasikan pemupukan berimbang, utamanya  penggunaan PHONSKA Plus.

Dengan semakin banyaknya petani yang mengaplikasikan PHONSKA Plus, serapannya terus meningkat. Hal ini diakui oleh Bobby Ardian, Direktur CV Wahana Prima Mandiri yang menyalurkan PHONSKA Plus di Kabupaten Solok. Menurut Bobby, pertama kali dia menebus PHONSKA Plus pada Mei 2017 sebanyak 79 ton. Pada awalnya respons petani masih belum begitu menggembirakan. Tapi grafik serapan terus naik hingga stok tersebut habis pada pertengahan Desember 2017. “Tahun ini kami menebus lagi sebanyak 73 ton, sampai dengan bulan Maret  sudah terserap 30 ton. PHONSKA Plus mempunyai prospek yang cerah pada masa depan, melihat efektivitasnya dalam meningkatkan panen berbagai komoditas,” ucapnya optimis. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *