, , , , , ,

Berakhirnya Pengembaraan Panjang Zulbarnat, Petani dari Nagari Sungai Janiah

sahabatpetani – Sejauh-jauh merpati terbang, akan tahu ke mana arah pulang. Peribahasa yang tak lapuk dimakan jaman itu berlaku juga dalam perjalanan hidup Zulbarnat (45). Petani dari Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok itu pernah merantau jauh hingga ke Jawa. Dari membuka usaha warung Padang, penjaga penginapan, hingga menjadi sopir angkot di Jakarta. Pengembaraannya usai ketika terjadi kerusuhan massal di Jakarta pada tahun 1998. “Waktu itu saya menjadi sopir angkot. Karena sehari-hari hidup di jalanan, tentu saja saya melihat langsung kerusuhan disertai dengan bakar-bakar bangunan di Jakarta. Saya trauma,” kisahnya.

Zulbarnat memutuskan pulang ke kampung halaman yang damai, dan mengakhiri masa lajangnya. Untuk menafkahi keluarga dia membuka warung kelontong kecil-kecilan, dengan sedikit modal dari tabungan yang dikumpulkan selama masa perantauan. Kegigihan dalam membangun usaha barunya, menjadikan warung kelontongnya berkembang. “Kemudian hari, saya melihat bahwa banyak petani di sini yang membutuhkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya. Seperti bibit, obat-obatan, dan alat pertanian. Saat itu masih belum ada satu pun kios pertanian di Sungai Janiah. Satu-satunya kios terdekat di sini hanya ada di kota kecamatan,” ujarnya.

Maka bapak satu anak ini mulai mengajukan perijinan untuk membuka kios resmi Petrokimia Gresik. Untuk menjadi pemilik kios, tentu saja dia harus tahu berbagai produk yang dijualnya, berikut manfaat dan cara pemakaiannya. Zulbarnat pun mulai belajar, tidak hanya sekedar belajar tentang pengetahuan produk, tapi juga mengaplikasikannya. “Kebetulan mertua punya beberapa petak lahan yang bisa saya tanami. Saya belajar langsung di lahan, kepada petani yang sudah berpengalaman,” paparnya.

Seiring dengan berkembangnya “Facrul Tani” kios pertanian miliknya, dan bertambahnya ilmu budidaya berbagai komoditas, kehidupannya semakin membaik. Berbagai komoditas yang ditanamnya tumbuh subur dan memberikan panen yang terus meningkat. Zulbarnat menanam padi, jagung, tomat, cabai merah, cabai rawit, kentang, dan bawang merah. Menurutnya, agar panen bisa optimal, petani harus memahami bagaimana cara budidaya masing-masing komoditas. Dari mulai olah lahan, pemeliharaan, hingga pemanenan.

Ketika ditemui di lahannya, Zulbarnat memanen buah tomat yang tumbuh lebat dan besar, dengan warna merah menggoda. Dibantu istri dan 4 buruh petik, tomat-tomat segar itu dikumpulkan di garasi yang terletak sisi kanan rumah, merangkap gudang penyimpan hasil bumi. “Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah pemeliharaan. Sebaik apapun bibit yang kita tanam, sesubur apapun tanah sebagai medianya, jika petani tidak memperhatikan perawatan, panennya kurang bagus,” terangnya.

Pemeliharaan yang dimaksudkan oleh Zulbarnat adalah pengendalian hama, penyiangan gulma, dan pemupukan. Menurutnya, dia tidak mau main-main dalam mengalikasikan pupuk. Sebab pupuk yang berkualitas menentukan produktivitas dan kualitas panen. “Untuk tomat yang baru saja saya penen, misalnya, pupuk yang saya gunakan adalah Petroganik,  ZA, dan PHONSKA Plus. Petroganik saya taburkan pada saat sebelum pemasangan mulsa, sehari kemudian diberi ZA dan PHONSKA Plus,” jelasnya.

Pemupukan susulan pertama, kata Zulbarnat, dilakukan saat tanaman tomat berumur 20 hst (hari setelah tanam), menggunakan PHONSKA Plus dan ZA. Setelah pemupukan pertama, diakuinya pengaruh PHONSKA Plus sudah terlihat. Ditandai dengan banyaknya bunga tomat, dan tidak mudah rontok. Setelah umur 35 hst, ditambah lagi dengan  ZA, dan pada saat umur 50 hst kembali diberi PHONSKA Plus. Ketika tanaman tomat berumur 63 hst, buah mulai terlihat kemerahan. Sebagai pertanda bahwa tidak lama lagi bisa dilakukan pemanenan. “Tepat umur 70 hari saya melakukan pemanenan. Setelah ditimbang terjadi kenaikan 12,5 ton dibandingkan sebelum menggunakan PHONSKA Plus. Buahnya juga lebih lebat dan lebih besar,” paparnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *