, , , ,

Dalam Beberapa Jam, Bazar pada Gebyar PHONSKA Plus di Jember Raup Omzet Puluhan Juta

sahabatpetani.com – Gebyar PHONSKA Plus  di Jember diselenggarakan  di lapangan Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari pada Selasa (3/4). Sejak pukul 09.30 WIB, ribuan masyarakat Kecamatan Umbulsari dan sekitarnya tumpah-ruah di area seluas lapangan bola itu. Dua puluh empat stan bazar disiapkan panitia untuk menampilkan hasil bumi petani Kabupaten Jember.

Sedangkan untuk klinik pertanian dari Petrokimia Gresik Grup berikut mobil uji tanahnya, disediakan empat stan. Setelah berkunjung ke masing-masing stan, mereka menikmati alunan musik dangdut di panggung hiburan seluas 12 x 8 meter. Stan-stan tersebut berderet di sisi kanan dan depan panggung, di antara umbul-umbul PHONSKA Plus yang terpasang rapi.

Menurut Luqman Harun, Manager Pemasaran Petrokimia Gresik, acara ini memang untuk menghibur masyarakat petani di Jember, khususnya Kecamatan Umbulsari. Karena sudah setia mengunakan PHONSKA Plus. “Karena Kabupaten Jember menempati urutan ketiga penjualan PHONSKA Plus terbanyak di Indonesia, setelah Banyuwangi dan Malang. Kami juga memberi kesempatan kepada UMKM dan petani, untuk memamerkan komoditas mereka,” katanya.

Luqman mengungkapkan, hingga acara berakhir pada pukul 14.00 WIB, omzet penjualan dari seluruh stan mencapai Rp. 31.306.000,-. Nilai tersebut cukup fantastis mengingat waktu yang tersedia tidak begitu banyak. Dengan perolehan omzet penjualan puluhan juta tersebut, Luqman mengaku sangat bersyukur.

Tidak hanya itu, sambung Luqman, acara ini juga memberi ruang kepada puluhan pedagang kaki lima yang menggelar dagangan di sekitar acara. Mereka menjual berbagai jenis minuman, makanan, dan mainan anak-anak.

“Hal tersebut sebagai penanda, bahwa Gebyar PHONSKA Plus tidak hanya berhasil menghibur petani, yang menjadi konsumen setia Petrokimia Gresik. Tapi juga membuat UMKM, petani dan pedagang kecil lainnya, mendapat keuntungan dari acara ini,” jelas Luqman.

Menurut Sholihin, Manager Sub Area PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), salah satu dustributor pupuk Petrokmimia Gresik, ada berbagai komoditas yang dijual peserta. UMKM, dan petani yang menjadi peserta tersebut merupakan binaan PPI dan Perum Bulog Jember.

“Mereka menjual berbagai macam komoditas, dari mulai hasil bumi seperti jeruk, buah naga, melon, dan olahan mengkudu, hingga sembako,” jelas Sholihin. Lebih lanjut lelaki yang menjadi panitia lokal itu mengatakan, sebenarnya ada puluhan peserta yang ingin bergabung. Tapi karena keterbatasan stan, maka panitia menampung yang lebih dulu mendaftar. Dengan catatan  komoditas yang dijual berbeda dengan lainnya.

Akhmad Muadi, salah satu pengisi stan yang menjual fermentasi buah mengkudu, menyampaikan rasa senangnya bisa bergabung dengan Gebyar PHONSKA Plus. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk lebih mengenalkan produk olahan pertaniannya di pasar dalam negeri. “”Produk kami selama ini hanya untuk pasar Cina, Perancis, dan Korea. Dengan ikut bazar ini, saya berharap bisa lebih banyak lagi masyarakat dalam negeri yang  tahu,” paparnya.

Muadi mengakui  sudah mengaplikasikan PHONSKA Plus untuk tanaman mengkudu di lahannya, dan lahan milik petani binaannya. “PHONSKA Plus kami aplikasikan sebelum mengkudu mulai berbunga. Hasilnya, bunga tidak mudah rontok, sehingga buah menjadi lebih rimbun,” terangnya.

Demikian halnya dengan Margo Santoso, petani jeruk keprok siem dari Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari. Pemilik 400 pohon jeruk yang baru saja dipanen ini, sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Petrokimia Gresik. Menurutnya, dengan panggung hiburan dan pameran hasil bumi, ada hiburan buat masyarakat. Dia dan teman-temannya juga punya peluang untuk bertemu langsung dengan konsumen.

“Jeruk yang saya tanam sangat manis, dan banyak pengunjung yang membelinya. Silakan mencoba jika tidak percaya. Hal ini tidak lepas dari peran PHONSKA Plus,” jelas Margo sambil mengupas salah satu jeruk dengan kulit berwarna hijau kekuningan.

Seperti halnya di Banyuwangi, acara Gebyar PHONSKA Plus di Jember juga dilakukan pemberian penghargaan kepada kios dengan angka penjualan tertinggi, untuk tahun 2017.  Penjualan tertinggi pertama diraih oleh UD. Er Tani, dengan angka penjualan 50 ton. Disusul kemudian UD. Sri Rejeki (45 ton), Toko Jago (35 ton), UD Restu Tani dan UD Andika Makmur, masing-masing 20 ton. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *