, , , , ,

Metode Edukasi dan Promosi dengan Demonstrasi

sabahatpetani.com – Jika mendengar kata “demonstrasi”, biasanya kita akan membayangkan adanya kerumunan masa dengan berbagai atribut dan spanduk yang bertuliskan tuntutan. Ada mobil bak terbuka yang dipenuhi  seperangkat pengeras suara,  beberapa orang terlihat berorasi dengan suara lantang. Bahkan tidak jarang terjadi saling dorong dan berakhir dengan kerusuhan.

Tapi suasana tersebut tentu saja sangat jauh berbeda dengan demontrasi dalam dunia pertanian. Menurut BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian) Lembang, demonstrasi merupakan metode penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan. Tujuannya untuk memperlihatkan inovasi baru kepada petani secara nyata atau konkret. Melalui kegiatan demonstrasi petani diajarkan tentang keterampilan, peragaan cara kerja teknik-teknik baru, termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama.

Demontrasi dalam dunia pertanian, merupakan salah satu metode dalam melakukan penyuluhan. Metode lainnya adalah anjangsana (kunjungan langsung ke petani), pameran, dan kursus tani. Demontrasi sebagai media penyuluhan, dibedakan lagi menjadi empat bentuk, sesuai dengan luas lahan dan jumlah petani yang terlibat.

Demonstrasi yang dilakukan  perorangan pada usaha tani kecil, dengan komoditas tertentu (tanaman pangan, perkebunan, ternak, ikan, dan penghijauan), disebut  demonstrasi plot (demplot). Luas lahan yg digunakan untuk demplot kurang dari 1 hektar. Pembiayaannya bisa berasal dari pemerintah, atau pihak swasta yang bertujuan mempromosikan produk atau teknologinya.

Jenis demonstrasi berikutnya adalah Demonstrasi farming (denfarm). Denfarm adalah demonstrasi usaha tani dengan  penerapan  teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kelompok.  Luas lahan yang digunakan biasanya antara 1 hingga 5 hektar.

Demonstrasi dengan area yang lebih luas disebut dengan demonstrasi area (dem-area). Demontrasi jenis ini merupakan demonstrasi usaha tani yang dilakukan oleh  gabungan kelompok tani. Aktivitas tersebut dilakukan secara kerja sama antar kelompok tani. Luas lahan yang digunakan berkisar antara 25 – 100 hektar.  Dem-area  merupakan pola dasar dari model intensifikasi khusus (INSUS).

Sedangkan demonstrasi yang dilaksanakan  antar gabungan kelompok tani dalam suatu hamparan wilayah kerja penyuluhan, disebut dengan demonstrasi unit (dem-unit);. Kegiatan utamanya meliputi; produksi, pengolahan, penguasaan, dan pemasaran hasil pertanian, menuju kepada pembangunan masyarakat perdesaan.

Hingga saat ini demonstrasi masih dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk melakukan penyuluhan. Karena petani bisa langsung melihat proses budidaya berbagai komoditas. Dari mulai olah lahan, pemeliharaan, hingga pemanenan. Demonstrasi budidaya yang menghasilkan peningkatan produksi panen, akan bisa dilihat langsung oleh petani lainnya.

Demontrasi sering dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi saprodi pertanian. Hal ini dilakukan, disamping untuk uji efektivitas, juga sebagai ajang uji aplikasi produk baru yang dari perusahaan yang bersangkutan.

Salah satu perusahaan pupuk yang sering melakukan demontrasi adalah PT Petrokimia Gresik. Perusahaan pupuk terlengkap di Asia Tenggara ini sering melakukan demontrasi jenis demplot, sebagai sarana promosi berbagai produknya. Baik untuk promosi produk pupuk dan  non pupuk, maupun produk subsidi dan non subsidi.

Menurut Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1972 itu rutin melakukan demplot pada setiap tahunnya. Lebih-lebih ketika PT Petrokimia Gresik merilis produk baru. “Hingga saat ini demplot masih merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk berpromosi. Dari hasil survei  tahun 2013 didapatkan data bahwa 33,5% keragaman tingkat kenaikan penyaluran pupuk, dapat dijelaskan oleh frekuensi kegiatan demplot,” paparnya. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *