, , , , , , ,

Upaya Kelompok Peternak Rojokoyo Tingkatkan Produksi Sapi Potong

sabahabatpetani.com – Kelompok peternak sapi potong Rojokoyo yang terletak di Desa Senggreng, Kecamatan Sumperpucung, Kabupaten Malang itu, sangat kompak. Sesama anggota kelompok membangun sinergitas untuk meningkatkan produktivitas sapi dan kesejahteraan keluarga mereka. Desa Senggreng memang salah sentra budidaya sapi potong di Kabupaten  Malang. Pembudidayaan hewan memamah biak tersebut dengan cara penggemukan, atau sering kali disebut dengan  fattening.

Menurut Supriyono, ketua kelompok peternak sapi potong tersebut, dari 8.262 jiwa penduduk di Desa Senggreng, 37 % menjadi peternak sapi potong. Mereka rata-rata memiliki antara 3 hingga 5 ekor. “Kelompok peternak sapi potong Rojokoyo mulai dibentuk sejak 10 Juli 2007, saat ini mempunyai 37 anggota. Selain melakukan penggemukan dengan sistem kereman, kami juga melakukan pembibitan,” jelasnya.

Berbagai usaha untuk meningkatkan produktivitas sapi potong tersebut, tidak lah sia-sia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah populasi sapi potong milik anggota Rojokoyo yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Jumlah populasi sapi milik anggota meningkat signifikan. Pada tahun 2014 jumlah sapi hanya sebesar 91 ekor, dalam kurun waktu dua tahun jumlahnya menjadi 160 ekor,” papar Supriyono.

Supriyono mengatakan, usaha peningkatan produksi dilakukan dengan menambah pengetahuan anggotanya. Mereka kerap kali mengadakan pertemuan rutin anggota dengan mengundang narasumber yang berkompeten. “Untuk pertemuan rutin, biasanya kami mengundang penyuluh peternakan dari Kabupaten Malang dan beberapa pakar dari perusahaan pakan,” ujarnya. Selain itu juga mengikutkan anggota saat ada acara sosialisasi tentang budidaya sapi. Seperti sosialisasi probiotik yang diadakan oleh PT Petrokimia Gresik, di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, pada Jumat (27/4).

“Dari pertemuan rutin anggota dan keikutsertaan sosialisasi tersebut, kami belajar banyak  hal. Mulai dari bagaimana cara memilih bibit sapi, pemeliharaan, termasuk menentukan pakan yang sehat, dan manfaat probiotik untuk sapi,” terang Supriyono.

Lelaki yang lahir pada 4 Mei 1980 itu menyampaikan, anggotanya dulu pernah mengaplikasikan probiotik, dan hasilnya memang cukup efektif untuk meningkatkan bobot sapi. Dengan probiotik, terbukti sapi menjadi lebih tahan terhadap penyakit. Sayangnya produk tersebut sudah beberapa tahun ini tidak ada lagi di kios-kios pertanian di Kecamatan Sumberpucung.

“Makanya ketika kami dikenalkan Petro Biofeed (probiotik produksi PT Petrokimia Gresik), kami akan mencoba lagi mengaplikasikan pada ternak kami. Semoga produk probiotik ini ke depannya akan terus tersedia di sini. Karena memang probiotik punya peran penting untuk menggemukkan sapi,” jelas Supriyono.

Lebih lanjut Supriyono menyampaikan, sebelumnya produksi mereka dijual ke pengepul dan pasar hewan, dengan sistem taksiran. Kelemahan sistem ini adalah tidak ada kepastian berapa berat yang sebenarnya. “Sehingga sering kali terjadi tawar menawar dengan berdasar perkiraan semata. Kami tidak tahu pasti apakah bobot sapi yang kami jual sesuai taksiran pembeli, sesuai dengan bobot yang sebenarnya,” katanya.

Sejak dua tahun yang lalu, kelompok peternak ini menjalin kerjasama dengan perusahaan penggemukan sapi potong PT Agrisatawa Jaya Kencana. Kelebihan dari kerjasama dengan perusahaan yang terletak di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang ini, penjualan dengan menggunakan sistem timbangan.

“Dengan sistem timbangan, kami bisa mengetahui dengan tepat berapa berat sapi yang kami jual, tidak berdasarkan perkiraan. Selain itu juga ada kepastian harga, antara Rp. 44 ribu – Rp. 45,5 ribu per kilogram, dengan pembayaran tunai,” ujar Supriyono.

Sayangnnya, lanjut Supriyono, anggota kelompoknya masih belum mampu memenuhi kuota dari PT Agrisatawa Jaya Kencana. Dari 50 ekor per bulan, mereka baru mampu memasok 15 ekor dengan ukuran 500 – 580 kg per ekor. “Sebenarnya ini peluang bagus bagi kami, makanya ke depannya kami akan terus berusaha untuk meningkatkan produksi, sehingga bisa memenuhi kuota,” harapnya. (Bayu Kristianto)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *