, , , , , ,

Nuryanto Menciptakan Surga Kecil di Desa Baturono

sahabatpetani.com – Terinspirasi ketika mengunjungi kebun bunga matahari di Samas, Kabupaten Bantul, Nuryanto (50) ingin memiliki kebun bunga yang sama. Petani yang tinggal di Desa Baturono, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang itu kemudian menanam bunga matahari di lahan miliknya.  Aktivitas tersebut dimulainya pada awal November 2017, di lahan seluas 2.800 meter persegi.

Tujuan awal membuat taman bunga matahari saat itu,  hanya ingin coba-coba. Sekalian untuk membuat ajang swafoto buat keluarga dan kerabat dekatnya. Setelah berumur dua bulan dan semua bunganya mekar sempurna, taman bunga matahari itu bak sorga kecil di luasnya hamparan lahan pertanian di Desa Baturono.

Anak dan beberapa kemenakannya mulai melakukan swafoto dan diunggah ke facebook dan instagram. Di luar dugaan, sambutan dari warganet luar biasa. “Salah seorang teman menyampaikan, foto yang diunggah kemenakan saya di instagram mendapat lebih dari 7 ribu komentar.  Padahal foto tersebut baru diunggah dua hari sebelumnya” kata Nuryanto dengan mata berbinar.

Sepuluh hari setelah dipublikasikan di media sosial, taman bunga matahari yang terletak 200 meter dari rumahnya itu dikunjungi ratusan orang. Hal tersebut diketahuinya justru dari salah satu kemenakannya. Karena pada saat itu Nuryanto sedang ke luar kota. “Lewat telepon. Kemenakan saya mengatakan bahwa kebun bunga matahari dikunjungi oleh ratusan orang, mereka melakukan selfie-selfie,” paparnya. Suami dari Kholifah ini tentu saja tidak menyangka sama sekali.

Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, bapak satu anak ini mulai berpikir untuk mengembangkan menjadi obyek wisata, pada Februari 2018. Dalam satu bulan sejak dibuka sebagai obyek wisata, kebun bunganya dikunjungi oleh 40 ribu orang.  “Pengunjungnya dari berbagai daerah. Selain dari Magelang, juga dari Klaten, Solo, Purworejo, Salatiga, bahkan wisatawan dari Malaysia, Australia dan Kanada,” jelasnya.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa, kebun bunga matahari milik Nuryanto juga dikunjungi publik figur, mulai artis hingga politisi dan ibu-ibu istri pejabat. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini pun memberi nama taman bunganya. “Saya beri nama Taman Dewari, selain mudah diingat, Dewari merupakan kepanjangan dari Dewa Matahari,” papar lelaki kelahiran 19 Maret itu.

Dengan dibukanya Taman Dewari, tidak kurang dari 7 tenaga kerja di desanya terserap. Mulai dari penjual karcis, penjaga pintu masuk, hingga petugas yang mendampingi pengunjung. “Selain itu ada pemasukan dari parkir kendaraan bermotor, yang dikelola oleh pemuda desa. Ya biar semakin banyak yang kecipratan berkah dari Taman Dewari lah,” papar Nuryanto.

Nuryanto mengakui membudidayakan bunga matahari tidak terlalu sulit, tidak jauh beda dengan budidaya cabai. Dimulai dari mengolah lahan dengan membuat gulutan. Setelah gulutan siap, diberi pupuk Petroganik, SP 36, dan PHONSKA Plus. Setelah itu gulutan ditutup mulsa.

“Setelah benih siap, dibuat lubang tanam dengan jarak 40 cm. Langkah berikutnya adalah melakukan pengocoran pupuk, penyiraman air, penyemprotan fungisida untuk mencegah jamur, dan pembersihan gulma,” ungkapnya. Nuryanto menyampaikan, bunga matahari akan mekar sempurna ketika  berumur dua bulan. Pada dua bulan berikutnya, saat berbunga untuk yang ke dua kalinya, tanaman harus dilakukan peremajaan.

Faktor penting dalam budidaya bunga matahari, menurut Nuryanto, adalah pemeliharaan. “Utamanya pemupukan, sebab jika pupuknya kurang berkualitas maka tanaman tidak bisa tumbuh dengan ideal. Hal tersebut membuat bunga juga  menjadi kurang menarik. Makanya saya menggunakan PHONSKA Plus, pupuk NPK Produksi Petrokimia Gresik,” jelasnya.

Nuryanto mengaku, PHONSKA Plus menjadikan tanaman bunga matahari mejadi lebih subur, batangnya tumbuh lebih tinggi dan kokoh. Yang lebih penting lagi, daunnya berwarna hijau mengkilat, dan bunga mekar lebih lebar. “Ketika bunga matahari tumbuh dengan sempurna, maka taman menjadi lebih indah,” pungkasnya. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *