, , , , ,

Sahur dengan Makanan Rendah Glikemik Membuat Rasa Kenyang Lebih Lama

sahabatpetani.com – Ibadah puasa merupakan ibadah wajib bagi seorang muslim di bulan Ramadhan. Ketika berpuasa, terjadi perubahan pola konsumsi nutrisi dari  tiga  kali konsumsi menjadi dua kali, pada saat sahur dan buka puasa.

Di Indonesia, jeda waktu antara waktu makan sahur dan buka biasanya sekitar empat belas jam. Pemilihan menu pada saat sahur dan buka, akan berpengaruh pada pengendalian rasa lapar dan haus pada saat berpuasa.

Berikut ini terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari pada saat menjalankan ibadah puasa.

Teh dan Kopi

Hindarilah meminum teh dan kopi pada saat makan sahur. Teh dan kopi merupakan minuman yang memiliki efek meningkatkan laju pelepasan air kencing atau urine (efek diuretik). Atau jika ingin minum teh atau kopi, sebaiknya tidak berlebihan.

Sebab mengkonsumsi teh atau kopi dalam jumlah yang banyak, dapat menyebabkan dehidrasi berlebihan dan meningkatkan kecepatan pelepasan garam melalui urine. Hal ini akan dapat menambah rasa haus yang diderita orang yang sedang berpuasa.

Makanan dan minuman yang terlalu manis

Rasa manis ditimbulkan oleh kandungan gula dalam makanan atau minuman. Walaupun tidak semua makanan terasa manis, ada satu indikator yang  bermanfaat untuk mengukur pengaruh kadar gula dalam makanan/minuman terhadap tubuh. Indikator tersebut adalah Indeks Glikemik (IG).

IG adalah suatu nilai yang mengukur kecepatan suatu bahan makanan dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Makanan dengan IG tinggi akan menyebabkan kenaikan kadar gula dalam darah secara siginifikan, dalam waktu yang cepat.

Peningkatan ini akan direspon tubuh dengan melepaskan insulin dalam jumlah yang besar untuk menormalkan kondisi ini sehingga ada penurunan kadar gula yang cepat. Turunnya kadar gula yang cepat ini kadang dapat menimbulkan gejala gejala seperti pusing, Lelah, gemetar dan keluarnya keringat dingin. Rendahnya kadar gula juga akan memicu tubuh untuk mengeluarkan sinyal “lapar” karena tubuh membutuhkan makanan untuk menaikkan kadar gula.

Sebaliknya pada makanan yang memiliki IG rendah, kenaikan kadar gula akan berlangsung secara bertahap atau sedikit demi sedikit sehingga pelepasan insulin juga akan mengikuti pola yang sama. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terjaga sehingga tubuh “enggan” mengeluarkan sinyal “lapar”.

Sesuai dengan uraian diatas, makanan dengan IG tinggi cocok untuk dikonsumsi dengan jumlah terbatas pada saat berbuka untuk mengembalikan kadar gula dalam tubuh yang turun selama periode puasa. Namun pada saat sahur, makanan dengan IG rendah sangat cocok untuk dikonsumsi karena akan menyebabkan kadar gula dalam darah lebih terjaga sehingga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

Makanan dengan kadar IG  tinggi antara lain adalah; nasi putih, permen, roti, sirup dan makanan yang berasa manis lainnya. Sedangkan makanan dengan IG rendah antara lain adalah; sayur mayur dan buah-buahan.

Makanan dengan IG tinggi yang paling sukar dihindari adalah nasi putih. Secara praktis, hampir semua sajian menu di Indonesia selalu dilengkapi dengan nasi putih. Agar dapat menikmati sajian nasi dan menjaga kadar gula dalam darah, konsumsilah nasi dengan IG  rendah seperti Fit Rice.

Fit Rice memiliki Indeks Glikemiks lebih rendah 22% dibandingkan nasi putih sehingga termasuk makanan rendah Indeks Glikemiks. Beras dengan IG rendah produksi PT Petrokimia Gresik itu juga mengandung serat pangan yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih umumnya. Serat pangan ini juga bagus untuk pencernaan.

Minuman bersoda

Minuman bersoda biasanya diminum pada saat berbuka puasa karena memberikan efek yang menyegarkan. Namun, ternyata minuman bersoda dapat melepaskan gas di lambung dan meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini perlu dihindari oleh penderita maag karena dapat memperparah maag yang diderita.

Pelepasan gas dari minuman bersoda diakibatkan karena minuman bersoda diproduksi melalui proses karbonasi sehingga mengandung gas karbondioksida. Kelebihan gas di lambung juga dapat menyebabkan rasa yang tidak nyaman di perut sehingga dapat mengganggu ibadah puasa.

Makanan yang telalu asin

Makanan yang terlalu asin ternyata juga membawa efek yang kurang bagus bagi tubuh manusia. Pada saat mencerna makanan yang terlalu asin, tubuh akan bereaksi dengan cara membuang garam yang berlebihan.

Pelepasan garam tersebut akan dibuang melalui urine dan keringat sehingga tubuh dapat mengalami dehidrasi akibat pembuangan cairan tubuh secara berlebihan. Hal ini dapat memicu timbulnya rasa haus yang berlebihan, rasa lemas dan penurunan fokus atau konsentrasi. (Fajar Primazona)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *