, , ,

Labu Siam, Sayur Bernutrisi dan Menyehatkan

sabahatpetani.com – Labu siam (di beberapa wilayah dikenal sebagai jepan, waluh, jipang, atau manisa), merupakan sayuran yang sangat dikenal masyarakat Indonesia. Cara pengolahan yang mudah dan tekstur yang segar membuat sayur yang satu ini menjadi menu andalan ibu rumah tangga. Dari diolah menjadi lalapan sambal, sayur bening, oseng-oseng, sampai sayur asem.

Tanaman merambat ini sangat mudah tumbuh, sehingga mudah ditemui di sentra-sentra hortikultura. Dengan lahan yang tidak terlalu luas dan perawatan yang mudah, labu siam banyak ditemui di pekarangan-pekarangan rumah petani.

Menurut Handoyo, petani dari Desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, tanaman labu siam relatif tidak memiliki hama dan penyakit yang signifikan. “Petani di sini kebanyakan menanam labu siam di halaman rumah atau di pinggiran lahan pertanian sebagai pagar tanaman. Namun bagi petani yang mau melakukan budidaya yang intensif, biasanya petani membangun kerangka sederhana dari bambu untuk rambatan”, ujar Handoyo.

Selain buahnya, pucuk muda tanaman ini ternyata juga bisa dikonsumsi. Paling sering dibuat sayur bening bersama-sama buah labu. Mengutip www.organisasi.org yang bersumber dari berbagai publikasi Kementerian Kesehatan RI, jenis dan kandungan nutirisi daun tanaman dengan nama latin Sechium edule ini mirip seperti kangkung dan bayam.

Informasi Nutrisi Daun Labu
Sumber : www.organisasi.org

Selain bernutrisi, karena minim hama dan penyakit, sayuran labu siam bebas pestisida, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. “Hama yang banyak menyerang hanya bekicot, dengan tingkat kerusakan yang sangat kecil, sehingga biasanya petani membiarkan saja,” jelas Handoyo.

daun labu siam

Walapun bernutrisi dan lebih aman dikonsumsi, nilai ekonomis sayuran dari keluarga Cucurbitaceae (labu-labuan) ini tidak sebagus komoditas hortikultura lain yang biasa ditanam petani. Harga jualnya cenderung rendah dibandingkan dengan kentang, kubis, atau wortel, komoditas-komoditas yang paling banyak ditanam di daerah ini.

daun labu siam

“Orang di desa kami menanam labu paling banyak untuk kami konsumsi sendiri. Kalau mau tinggal petik di belakang rumah. Dimakan bersama lauk ikan asin peda, rasanya sangat nikmat. Dan yang jelas, warga desa kami tidak akan kekurangan gizi karena setiap hari makan sayur,” tambahnya sambil tertawa. Tidak heran, pada usianya yang sudah menginjak 70 tahun, petani sederhana ini masih kuat bekerja di ladang. (Bayu Kristianto)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *