Kaos Oblong & Topi JPM 2

Desain kaos oblong dan topi untuk peserta, guru pembimbing, dan panitia Jambore Petani Muda 2  sudah siap, dan saat ini dalam proses pembuatan. Diputuskan warna kaosnya hijau, dan topinya 7 putih.

Dominasi warna hijau, selain melambangkan kesuburan, juga merupakan  warna corporate identity (CI) PT Petrokimia Gresik. Seperti diketahui, warna CI pabrik pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia tersebut adalah hijau, kuning, kuning keemasan, hitam, dan putih.

Ketua panitia SPM 2 Junianto Simaremare mengatakan, bagian depan kaos oblong disablon teks  “Jambore Petani Muda 2 Petrokimia Gresik”. Disampingnya diberi logo JPM, gambar  tangan kiri menggenggam tanaman padi yang sudah menguning. Di bawahnya ada teks “PETANI MUDA Memotivasi & Berinovasi” dengan ukuran lebih besar. Semua warna teks tersebut berwarna kuning.

Logo Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia, diletakkan di sisi kiri dan kanan  bagian depan.  Sedangkan pada sisi atas bagian belakang, diberi tulisan “BUMN hadir untuk negeri”. Bahan koas oblong dari cotton combed. Bahan ini, kata Junianto, lebih lembut dan nyaman dikenakan.

Topinya didesain  snapback dengan teks dan logo sama persis dengan kaos oblong. Ukuran  topi dibuat all size,  diberi pengatur di bagian belakang untuk menyesuaikan lingkar kepala pemakainya. Untuk kuran kaos oblong dibuat beragam, dari S hingga XXL.

Nantinya panitia akan membuat kaos oblong dan topi sebanyak 150 potong. Mengingat terbatasnya waktu, panjang lengan kaos oblong tidak dibedakan antara lelaki dan perempuan. Menurut Junianto hal tersebut semata-mata dimaksudkan untuk mempercepat proses pengerjaan.

“Jadi untuk peserta maupun guru pendamping dan panitia perempuan yang berhijab, bisa dikenakan di lapis luar busana yang mereka pakai. Kaos oblong itu nantinya menjadi busana wajib untuk kegiatan hari ke tiga JPM 2, tanggal 20 Juli,” jelasnya.

Untuk bawahan, kata Junianto, panitia menyarankan agar semua peserta mengenakan celana jins warna gelap. Dress code jins dan kaos oblong tersebut dimaksudkan agar suasana lebih santai dan cair. Apalagi peserta jambore adalah para remaja, yang cenderung memilih  berpenampilan kasual dan dinamis.

“Sedangkan untuk pembukaan tanggal 19 Juli, peserta dan guru pembimbing diwajibkan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan kebhinekaan  budaya di Indonesia,” papar Junianto. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *