Dewan Juri JPM 2: “Secara Umum Kualitas Peserta Sangat Bagus”

Berdasarkan hasil pertemuan teknis Jambore Petani Muda 2 (JPM 2) pada Rabu sore (18/7) kemaren, Kelompok A yang terdiri dari 11 peserta mengadakan presentasi di Wisma Kebomas. Kelompok B, dengan jumlah 10 peserta, presentasi dilakukan di Auditorium Departemen Pengembangan SDM.

Untuk presentasi di Wisma Kebomas, dewan juri yang akan menilai adalah Dr. Ir. Sugiyanta, M. Si dan Irsan Rajamin. Sedangkan dua dewan juri lainnya, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, MS dan Shofyan Adi Cahyono melaklukan penilaian di Auditorium Departemen Pemgembangan SDM.

Presentasi peserta dimulai setelah konferensi pers, sekitar pukul 11.30 hingga selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Rata-rata peserta tampil dengan menarik, didahului dengan perkenalan asal sekolah dan yel-yel. Mereka dengan tangkas menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan dewan juri.

Secara umum kualitas peserta memang bagus, baik dari materi yang disajikan, cara penyempaian materi, manajemen waktu, hingga jawaban atas pertanyaan juri. Hal ini diakui oleh empat juri yang menilai mereka.

Irsan Rajamin mengakui, melihat penampilan mereka, rata-rata peserta sepertinya sudah pengalaman mengikuti kompetisi-kompetisi sejenis. Untuk kelas sekolah menengah atas penampilan mereka, menurutnya, sudah luar biasa. Sebab ketika dia mengikuti beberapa kali kompetisi ketika masih duduk di bangku SMA, presentasinya tidak sebagus mereka.

Dewan juri sedang melakukan penilaian. (foto: Adi Prasetyo)

“Semoga ke depannya mereka bisa lebih baik lagi. Yang terpenting untuk mengikuti kompetisi seperti ini, jangan takut gagal. Saran saya pada teman-teman peserta, agar terus mengikuti kompetisi dan terus berinovasi,” kata lajang yang beberapa kali mendapatkan penghargaan di berbagai kompetisi, nasional maupun internasional itu.

Hal senada disampaikan oleh Sugiyanta, sesama juri di Kelompok A. Melihat karya tulis peserta, ungkapnya, sudah sangat bagus untuk tingkat SMK. Dari inovasi yang mereka sampaikan, ada yang sudah sampai pada tahapan smart.

“Dari mulai materi tentang irigasi, berbagai macam pengolahan buah, hingga limbah, konsepnya sangat bagus.Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menjadi trigger buat mereka untuk melakukan inovasi bagi,” paparnya.

Shofyan Adi Cahyono juga mengakui tentang kualitas para peserta. Menurutnya penampilan mereka sesuai dengan tema JPM 2, berinovasi dan memotivasi. Di acara ini dia melihat adanya kreativitas anak muda dalam dunia pertanian. “Menurut saya even-even sejenis ini harus rutin diadakan setiap tahun,” harapnya.

Umar Santoso juga mengakui kualitas peserta yang dinilainya secara umum sangat baik, ada aspek agronomi, budaya, paska panen, pengolahan, teknis rekayasa pertanian, dan  ada juga pemanfaatan limbah.

“Semuanhya bagus-bagus, sehingga sulit untuk memilih juaranya, namun demikian harus dirangking seobyektif mungkin. Selisih nilai masing-masing peserta memang sangat sedikit, tapi sekali lagi saya berusaha agar penilaiannya obyektif,” ujarnya.

Setelah melalui masa-masa menegangkan, panitia menungundang para peserta untuk makan malam bersama para juri. Dalam makan malam di Wisma Kebomas tersebut, panitia  menyiapkan  musik dan penyanyi, untuk menghibur para peserta. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *