Nata de Cassava mengantarkan SMKN Lampung Tengah Menjadi Juara 1 Jambore Petani Muda 2

sahabatpetani.com – Tepat pukul 14.00 WIB hari Jumat (20/7) Jambore Petani Muda 2 (JPM 2) PT Petrokimia Gresik tahun 2018 ditutup secara resmi. Penutupan dilakukan oleh Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo di Wisma Kebomas.

Seremonial penutupan jambore yang diikuti oleh 21 SMK di 43 kabupaten dan 14 provinsi di Indonesia, dilakukan setelah pengumuman para juara. SMKN Metro, Lampung Tengah, berhasil meraih juara 1 dengan judul makalah “Nata de Cassava”.

Juara 2 jatuh ke SMKN 1 Mojosongo, Boyolali, dengan makalah tentang formulasi pupuk organik dan biopestisida, serta aplikasinya pada budidaya cabai. Sedangkan juara 3 disabet oleh SMKN 2 Bagor, Nganjuk, yang mengusung makalah tentang limbah ikan, air kelapa, limbah sayuran, dan limbah buah-buahan.

Untuk  juara harapan 1, 2, dan 3. Masing-masing diraih oleh SMKN 1 Naggulan Kulonprogo, SMKN1 Wae Ri’l, Manggarai, dan SMKN 2 Teluk Keramat, Sambas. Masing-masing pemenang mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan, plakat, sertifikat, dan trophi.

Dalam sambutannya di depan seluruh peserta yang hadir, Meinu menyampaikan bahwa  PT Petrokimia Gresik mengadakan JMP 2, pada hakekatnya  ingin menggali potensi calon-calon petani muda dari para siswa SMK Pertanian.

Meinu berharap materi tentang  inovasi  di makalah yang mereka dipresentasikan, akan bisa diimplementasikan menjadi usaha agribisnis di daerah masing-masing. Karena  potensi pasar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar ini sungguh luar biasa.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para siswa beserta guru pembimbingnya, yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri  Jambore Petani Muda 2. Mudah-mudahan tali silaturahmi dengan kami, tetap terjalin,” ucapnya.

Irwansyah, salah satu peserta dari SMK Negeri Lampung Tengah, yang menjadi juara 1, mengatakan bahwa  timnya sudah mempersiapkan sejak pertengahan Juni 2018. Dari mulai penyiapan bahan untuk membuat nata de cassava, materi makalah, hingga latihan presentasi.

Hal ini diamini oleh Revi Arneti, teman satu timnya, mereka melakukan latihan presentasi beberapa kali di depan teman-teman dan gurunya. Karena mereka baru sekali ini tampil dalam kompetisi  nasional seperti JMP 2 ini.

Makalah mereka mengangkat tentang  bagaimana cara memanfaatkan limbah cair tepung tapioka untuk bahan baku nata de cassava. Limbah cair tepung tapioka tersebut dimanfaatkan sebagai pengganti air kelapa.

“Karena harga air kelapa semakin meningkat, di sisi lain harga limbah cair tepung tapioka terjangkau dan barangnya melimpah,” terangnya. Ketika ditanya berapa kali mereka melakukan percobaan, Revi menjawabnya hanya sekali dan langsung berhasil.

Panitia juga memberikan penghargaan  kepada presenter terbaik, yel-yel terbaik, dan tim dengan kostum terbaik. Untuk presenter terbaik diraih  SMK PP Geger Kalong, Bandung. Yel-yel terbaik jatuh pada  SMKN Pertanian Batu XX, Simalungun. Sedangkan SMKN Lubuk Basung, Agam, mendapatkan penghargaan sebagai tim dengan  kostum terbaik.

Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik membubuhkan tandatangan di mockup sampul buku “Jambore Petani Muda 2” (foto: Adi Prasetyo)

Puncak acara penutupan JMP 2 ditandai dengan pembukaan selubung mockup sampul depan  buku “Jambore Pe tani Muda 2”, oleh Meinu Sadariyo. Direktur Pemasaran PT Petrokimia itu kemudian membubuhkan tandatangan, disusul dengan puluhan peserta jambore. Mereka ramai-ramai membubuhkan tanda tangan di permukaan mockup sampul buku tersebut.

Menurut Ketua Panitia Jambore Petani Muda 2, Junianto Simaremare, panitia memang sedang menyusun buku berkaitan dengan aktivitas peserta. Mulai keberangkatan peserta dari daerah asal, hingga panutupan jambore.

“Buku tersebut direncanakan setebal 120 halaman, isinya hal-hal sederhana tentang kegiatan peserta. Mereka diminta untuk menceritakan pengalaman mereka dari mulai keberangkatan hingga menjelang kepulangan,” ujarnya

Kesan-kesan mereka selama jambore, lanjut Junianto, misalnya saja tentang suasananya, relasi dengan panitia dan sesama peserta,  akan direkam dalam buku tersebut.

“Mereka juga diminta untuk menuliskan pengetahuan apa saja yang mereka dapatkan. Misalnya pengetahuan yang diperoleh setelah mendengarkan pemaparan dan pengalaman  para narasumber saat sesi talk show,” papar Junianto. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *