Gebyar Pertanian Petroganik dan PHONSKA Plus di Karanganyar, Menghibur Sekaligus Mengedukasi Masyarakat Petani

sahabatpetani.com – Panggung hiburan dan bazar yang dikemas dalam Gebyar Pertanian Petroganik dan PHONSKA Plus di Karanganyar dihadiri  ratusan pengunjung, pada Sabtu (4/7). Acara yang digelar di lapangan bola Desa Jati Kecamatan Jaten ini, menghadirkan orkes melayu New Cakrawala, dengan artis utama Sheila, bintang dangdut academy, dan Ressa Lawang Sewu itu.

Pengunjung mulai terlihat berdatangan, sejak dibukanya bazar hasil panen dari petani binaan Mitra Produksi Petroganik dan Distributor PT Petrokimia Gresik. Semakin siang jumlahnya semakin bertambah. Selain berbelanja ke stan hasil pertanian, mereka juga mendatangi klinik pertanian dari PT Petrokimia Gresik Grup.

Tepat pukul 13.00 WIB acara panggung hiburan dimulai, diawali dengan pertunjukan musik di panggung hiburan. Beberapa pengunjung terlihat melakukan swafoto di photobooth dengan background 3 x 4 yang terletak di sisi Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Forpimda Kabupaten Karanganyar, Dewan Komisaris PT Petrokimia Gresik  (PG) Mahmud Nurwindu, Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo, Mitra Produksi Petrokimia Gresik, Distributor, dan Kios resmi PG wilayah Solo Raya.

Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo menyampaikan, acara ini merupakan bentuk penghargaan PG kepada petani, utamanya petani Karanganyar, yang selama ini sudah menggunakan Petroganik dan PHONSKA Plus.

Penyerahan penghargaan kepada kios dengan penjualan Petroganik dan PHOSNKA Plus tertinggi wilayah Solo Raya, tahun 2017. (Foto: Dadang Subiantoro)

Pada kesempatan tersebut, PG memberikan penghargaan kepada kios resmi. Penghargaan yang  diberikan  karena mampu menjual Petroganik dan PHONSKA Plus, dengan kuantum tertinggi di wilayah Solo Raya, pada tahun 2017.

“Semoga ke depannya produk-produk kami, khususnya Petroganik dan PHONSKA Plus, semakin diminati oleh para petani. Sebab dengan dua produk tersebut sudah terbukti mampu meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Kios dengan serapan Petroganik tertinggi yang mendapat penghargaan adalah Kios Estika Karya, milik Heri Cahyono, dari Boyolali. Disusul kemudian Konco Tani – Karanganyar, Mulya -Sukoharjo, UD Sumber Alam – Wonogiri, Ligi Karya Sejahtera – Sragen, dan Toko Gogo – Klaten. Selain mendapat piagam penghargaan, mereka mendapatkan hadiah peralatan elektronik.

Sedangkan kios dengan penjualan PHONSKA Plus tertinggi, diraih oleh Kios Gea Makmur, milik Giyanti Wahyu. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Kios Diva Jaya, Toko WS, Toko Gogo, Toko Pojok Tani, dan Toko Sri Murni. Mereka ada yang mendapatkan magic com, ada juga yang memperoleh sepeda gunung.

Salah satu pengunjung di Mobil Uji Tanah PT Petrokimia Gresik. (foto: Wiweko Kaayom)

Sambil menunggu bintang utama tampil, beberapa petani mengunjungi klinik pertanian PT Petrokimia Gresik Grup. Salah satunya adalah Sumarto, petani dari Desa Jati, Kecamatan Jaten. Petani dengan dua anak itu mendatangi Mobil Uji Tanah PG.

Sumarto datang membawa sampel tanah di sawah miliknya. Setelah menunggu sekitar 30 menit, hasilnya keluar. “Dari hasil uji, ternyata kandungan bahan organik tanah di lahan saya, rendah. Oleh petugas dari Petro disarankan untuk menggunakan Petroganik sebanyak 500 kg per hektar. Selain itu pH-nya juga rendah. Disarankan agar mengaplikasikan kapur pertanian sebayak 1 ton per hektar,” paparnya.

Transaksi di stan yang menjual hasil bumi petani binaan Mitra Produksi Petroganik dan Distributor PT Petrokimia Gresik. (foto: Wiweko Kaayom)

Panggung hiburan dan bazar yang dilaksanakan di lapangan bola Desa Jati, Kecamatan Jaten ini tidak hanya menghibur dan mengedukasi masyarakat petani, tapi juga membawa berkah bagi petani yang menjual hasil buminya. Riyem (40), petani dari Desa Koripan, Kecamatan Matesih, yang menjual berbagai sayur-mayur mengatakan, banyak pengunjung bazar yang mampir di stannya.

“Omzetnya lumayan, hingga pukul 12 siang sudah dapat Rp. 500 ribu. Kebanyakan yang beli ibu-ibu,” katanya. Komoditas yang dijual merupakan hasil pertanian di lahan sendiri. Dia mengaku menggarap lahan seluas satu hektar yang ditanami beberapa jenis horti. “Saya pupuk dengan Petroganik dan PHONSKA Plus, hasil panennya memang bagus,” katanya.

Begitu juga dengan Tulus (50), petani labu madu yang berasal dari Desa Jati, Kecamatan Jaten. Dia juga memanfaatkan acara ini untuk menggelar hasil pertanian yang ditanamnya. “Saya menjual labu madu yang dipupuk Petroganik, PHONSKA Plus, dan ZA, hasilnya luar biasa,” katanya sambil menunjuk labu madu di depannya. Labu madu tersebut di tanam di lahan miliknya, seluas 1.200 m2. (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *