Keberhasilan Panen Padi, Kebahagiaan Petani Desa Semabi

sahabatpetani.com – Petani di Semabi berharap desanya kelak akan menjadi lumbung padi Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Mereka terus berusaha agar hasil panen semakin meningkat.

Berbagai upaya mereka lakukan untuk mewujudkan harapan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Mukhsin, Ketua Poktan Penyulak Permai Hamparan 1, Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir.

Mukhsin mengakui, peran dari pemerintah daerah dan pihak swasta sangat diharapkan dalam upaya peningkatan hasil panen di desanya. Sebab masih banyak kendala yang dihadapi petani, beberapa di antaranya adalah hama penyakit dan jumlah alokasi pupuk bersubsidi.

“Selain itu kami juga terkendala pada infrastrutur, seperti misalnya jalan usaha tani (JUT). Sebab rusaknya infrastruktur di sawah jelas akan berdampak pada jalur distribusi hasil panen. Kami juga berharap ada tambahan alokasi pupuk subsidi, seperti NPK, urea, dan pupuk organik,” jelasnya.

Mengenai pentingnya menambah pengetahuan  sebagai upaya untuk meningkatkan hasil panen, petani di desanya menyadari hal tersebut. Baik melalui sekolah lapang, maupun praktek langsung dalam bentuk demplot.

Oleh sebab itu Mukhsin dan petani lain di desanya, menyambut gembira saat UD. Rangga Persada, distributor PT Petrokimia Gresik, mengadakan demplot di Semabi. Demplot tersebut dilakukan di lahan milik Abdul Gani, salah satu anggota Poktan Penyulak Permai Hamparan 1.

Menurut Rita, pemilik CV Rangga Persada, demplot ini selain menjadi wahana edukasi petani, juga untuk membuktikan bahwa dengan pemupukan berimbang  500 kg Petroganik,  300 kg PHONSKA, dan 200 kg Urea,  terbukti berhasil meningkatkan hasil panen.

“Rata-rata hasil panen di Desa Semabi, selama ini hanya berkisar antara 2,5 sampai 3 ton per hektar. Setelah kami melakukan demplot di lahan Pak Abdul, dengan pengawalan teknis mulai pemupukan, hingga penanggulangan hama dan penyakit, hasilnya meningkat sekitar 76 %,” ungkap Rita.

Hal ini diamini oleh Abdul Gani. Dia mengaku  panen padi  di lahan miliknya sebelum demplot hanya 2,9 ton per hektar. Tapi panen kali ini bisa mencapai 3,8 ton per hektar. Hasil panen tersebut jauh lebih tinggi dibanding  panen di  lahan milik petani di sekitarnya.

“Alhamdulilah, dengan meningkatnya hasil panen semoga bisa menambah kesejahteraan keluarga,“ akunya. Demplot ini, kata Abdul Gani, juga menjadi sarana untuk menambah pengetahuan budidaya pertanian, utamanya padi.

Keberhasilan panen di lahan Abdul Gani, dirayakan dengan mengundang Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Sekadau. Hadir dalam seremonial pada Selasa (31/7) tersebut,  Forpimcam Sekadau Hilir, dan para petani dari berbagai desa.

Dalam sambutannya, Sandea, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupatern Sekadau mengatakan bahwa Desa Semabi merupakan kawasan usaha tani terpadu (KUAT).

“Saya berharap PPL bekerja keras, agar ke depannya semua petani harus kenal dengan jenis pupuk. Tujuannya agar petani lebih memahami pupuk yang tepat untuk tanaman padi,” terangnya. (Barra Selabean/SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *