Gempa di Pulau Lombok, Mobil Uji Tanah PT Petrokimia Gresik Dimanfaatkan untuk Angkut Bantuan

sahabatpetani.com – Ketika  gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok pada Minggu (29/7), saya sedang di rumah. Saat itu bumi yang saya pijak terasa bergerak, ditingkah dengan suara derak dari rumah-rumah yang bergoyang. Alhamdulillah dampak gempa di desa kami, Montong Beter, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, tidak parah. Sebab kami tinggal sekitar 52 kilometer dari pusat gempa.

Kami mendengar kabar yang segera menyebar melalui media sosial, banyak rumah penduduk di Kecamatan Sambelia yang runtuh. Mereka mengungsi di tempat-tempat aman, dan membutuhkan uluran bantuan. Berbagai kalangan tergugah untuk mengulurkan tangan, membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa hebat tersebut.

Sebagai penduduk  Lombok Timur, yang bertugas menjalankan operasional Mobil Uji Tanah (MUT) PT Petrokimia Gresik, saya dan rekan saya Azis Satria Putra, tentu saja harus turun tangan. Ya, Lombok Timur, utamanya Kecamatan Sambelia, memang salah satu lokasi terdampak gempa dengan kerusakan terparah.

Aziz segera bergabung dengan Rumah Zakat untuk menjadi relawan dapur umum, sejak hari Senin (30/7). Dia dan kawan-kawan di Rumah Zakat menyiapkan makanan untuk pengungsi di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Sedangkan saya sendiri, memutuskan untuk membantu teman-teman  Alumni SMKN 1 Sakra melakukan penggalangan dana.

Sebenarnya hari itu kami punya rencana  untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Lombok Timur. Hal ini berkaitan dengan tugas kami untuk membuat jadwal  uji tanah di beberapa kecamatan. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, rencana tersebut kami batalkan.

Setelah dana terkumpul, kami berangkat ke Pasar Sakra pada Minggu (5/8) untuk membeli bahan pangan dan perkakas untuk dapur umum. Dua mobil penumpang, pinjaman dari relawan, kami gunakan untuk mengantar bantuan tersebut. Satu unit mobil untuk penumpang, satunya lagi kami gunakan mengangkut  sembako.

Ternyata bahan makanan dan perkakas yang kami beli tidak muat jika dimuat dalam 1 unit mobil. Karena bantuan tersebut harus segera dikirim,  akhirnya saya memanfaatkan MUT. Setelah semua siap, rombongan kami yang terdiri dari 3 mobil berangkat dari Pasar Sakra pada tengah hari.

Rencananya ada tiga titik pengungsian  yang akan kami tuju, semuanya terletak di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia. Desa itu memang wilayah terdampak paling parah setelah Desa Obel-Obel.

Sepanjang perjalanan kendaraan yang berlalu lalang cukup padat. Saya  melihat cukup banyak mobil-mobil yang mengantar bantuan untuk para pengungsi. Dilihat dari nomor polisinya, mereka tidak hanya berasal dari Lombok, tidak sedikit  mobil bantuan dari luar pulau ini. Saya terharu, ternyata perhatian mereka terhadap korban gempa sungguh luar biasa.

Saya juga memperhatikan kios-kios resmi PT Petrokimia Gresik di sepanjang perjalanan tampak tutup. Pada beberapa lokasi berdiri tenda-tenda darurat dan dapur umum. Penduduk yang sebagian besar petani itu,  sepertinya tidak banyak beraktivitas setelah gempa menghancurkan desa mereka.

Para korban terdampak gempa itu lebih banyak mencangkung di depan rumah. Ada yang bergerombol, ada juga yang  menatap reruntuhan rumahnya dengan pandangan kosong. Saya juga melihat beberapa petani memanen jagung  di lahannya. Sementara dua-tiga orang berjalan di pematang sawah, entah apa yang sedang mereka kerjakan.

Mobil Uji Tanah (MUT) PT Petrokimia Gresik ketika mengantar bantuan  ke Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. (foto: Mastur)

Setelah bantuan  tuntas dibagikan, kami segera pulang. Berbeda dengan saat berangkat, sepanjang perjalanan suasana cukup lengang. Tidak banyak kendaraan yang berlalu-lalang di jalan yang kami tempuh.

Sekitar 15 menit menjelang sampai ke rumah, lampu-lampu rumah penduduk padam. Saya melihat warga berhamburan  keluar dari rumah dengan wajah panik, beberapa di antaranya menjerit ketakutan. Saya menghentikan laju kendaraan, untuk bertanya apa yang terjadi. Setengah berteriak salah satu diantaranya mengatakan bahwa terjadi gempa lagi.

Saya segera mencari informasi di google dan beberapa grup WA. Ternyata benar, terjadi lagi gempa susulan dengan kekuatan 7 Skala Richter. Belakangan saya tahu dari berita online, gempa kali ini menewaskan 91 orang. Ya Allah,  kami baru saja pulang dan mengirim bantuan ke lokasi pengungsi. Semoga kami semua diberi ketabahan, kekuatan dan keselamatan.  Amin. (Mastur, Petugas MUT Wilayah Bali-Nusra/SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *