,

Sektor Pertanian Menyumbang 4,7 % Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

sahabatpetani.com – Hal ini disampaikan oleh Amran Sulaiman pada grand launching Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Gresik, pada Rabu (8/8). Ada 5 komoditas strategis yang membanggakan Indonesia saat ini. Yang pertama kata Amran, adalah jagung, yang salah satu penyumbangnya adalah Jawa Timur.

“Dulu kita impor 3,6 juta ton, kurang lebih nilainya Rp. 10 Triliun. Sekarang kita sudah ekspor per hari ini kurang lebih 300 ribu ton ke 5 negara. Kita ini negara agraris, jika pertanian tumbuh dengan baik, masyarakat pasti sejahtera, dan kemiskinan pasti menurun,” ujarnya.

Amran juga menyampaikan, dulu kita langganan impor  bawang merah dari Thailand dan India, tapi hari ini kita sudah ekspor komoditas tersebut. Demikian juga dengan telur ayam, dalam sejarah pertanian Indonesia baru pertama kali ini bisa tembus ke pasar Jepang.

“Domba dari Jawa Timur kita ekspor ke negara tetangga menggantikan posisi beberapa negara, sebanyak 60 ribu ekor. Top kita ada 75 juta ekor domba. Sehingga sering kami sampaikan (bahwa) Indonesia sudah swasembada protein, bukan swasembada daging”, paparnya.

Swasembada protein tersebut, lanjut Amran, dari domba, kambing, telor, dan ayam. Indonesia saat ini kaya dengan protein. Hanya saja  selama ini kita dibelenggu dengan wacana swasembada daging.

“Kemajuan pertanian Indonesia diakui oleh dunia. Sustainable agirculture kita (menempati) urutan 16 dunia, yang direlease oleh The Economist Intelligence Unit  di London. Yang membanggakan, Amerika berada di posisi 18,  ada di bawah kita,” jelasnya.

Menurut Amran, untuk sektor pertanian, ada 5 komoditas strategis yang membanggakan Indonesia saat ini. Yang pertama adalah jagung, salah satu penyumbangnya adalah Jawa Timur. “Tahun 2015 Indonesia impor 3,5 juta ton, tapi per hari ini kita sudah ekspor kurang lebih 300 ribu ton ke 5 negara,” ucapnya.

Amran menyampaikan, selama ini ada yang mempermainkan nasib petani. Mereka adalah mafia pangan yang selalu mempermainkan nasib rakyat kecil. Pemerintah Indonesia tidak membiarkan mereka bermain-main lagi di sektor pangan.

“Saat ini ada 395 pengusaha di bidang pangan, yang sudah menjadi tersangka. Kami juga melakukan black list terhadap 15 importir komoditas pertanian, dengan tidak lagi memberikan ijin usaha di sektor pangan, baik kepada grup usaha maupun keluarganya,” tegas Amran.

Sebelum meresmikan TTP Plus, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berkunjung ke stan PT Petrokimia Gresik (PG), disambut oleh Direktur Pemasaran PG Meinu Sadariyo. (foto: Made Wirya)

Sebelumnya Amran Sulaiman meninjau area Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus Gresik. Ikut serta dalam peninjauan tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Gresik Sambari Halim, Chairman PT Polowijo Gosari Djauhar Arifin, dan Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo.

Total luas lahan TTP Plus adalah 50 hektar, lahan tersebut merupakan hibah dari PT Polowijo Gosari. Dari total luas lahan tersebut, TTP Plus  menggunakan lahan seluas 10 hektar, sedangkan sisanya yang 40 hektar digunakan sebagai waduk irigasi.

Menurut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Dr. Ir. Chendy Tafa Kresnanto, MP.,  TPP Plus akan dikembangkan sebagai wisata agro, wisata air dan edukasi, dan  pengembangan sapi jenis unggul.

Selain itu TTP Plus juga dimanfaatkan untuk pengolahan paska panen, seperti pembuatan makanan ternak dari bungkil jagung, jajanan yang berbahan dasar jagung, es krim dari jagung, serta pembuatan dodol mangga. (Made Wirya)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *