Panen 9 Ton Per Hektar, Petani Kecamatan Balen akan Ikuti Jejak Nur Khosim

Panen padi demplot Petro Hibrid Hipa 18 di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Bojonegoro berhasil mencapai 9 ton per hektar. Hal ini diketahui setelah dilakukan panen bersama pada Rabu (8/8), oleh petani-petani yang tergabung dalam Poktan Sumber Sari 1.

Dari semula, demonstrator sekaligus ketua poktan Nur Khosim, sudah menduga jika panennya akan berhasil. Hal ini dilihat dari pertumbuhan tanaman padi, dari benih hibrida produksi PT Petrokimia Gresik tersebut.

“Pertumbuhannya lebih cepat, tingkat keterisian bulir padi juga jauh lebih banyak. Selama ini jumlah anakan padi di sawah saya hanya sekitar 15 hingga 20 batang. Setelah menggunakan Petro Hibrid, anakan padi mencapai 25 hingga 35 batang per rumpun,” ujarnya.

Nur Khosim mengakui, memang sebelumnya dia menggunakan benih padi inbrida, yang hargan relatif lebih murah. Tapi dengan benih padi hibrida, dengan perolehan hasil panen yang lebih banyak, jika dikonversikan  jauh lebih menguntungkan.

Ketika ditanya tentang aplikasi pemupukan, Nur Khosim menjelaskan bahwa dia menggunakan pemupukan berimbang, 500 kg Petroganik, 300 kg PHONSKA Plus, dan 200 kg Urea. Dia juga menambahkan SP-36, agar hasilnya maksimal.

Nur Khosim (foto: Sahran)

“Dalam budidaya padi kali ini, saya dikawal langsung oleh PPL dan petugas dari Petro. Pengawalan dimulai sejak pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit. Hasilnya memang luar biasa, bisa meningkat 2,5 ton per hektar,” akunya.

Melihat keberhasilan Nur Khosim, banyak anggota Poktan Sumber Sari 1 yang tertarik untuk menggunakan Petro Hibrid Hipa 18. Tapi rata-rata mereka agak keberatan jika membeli dengan membayar kontan. Mereka berharap bisa membayar benih hibrida tersebut setelah panen.

Masalah ini didengar oleh pemilik PT Indo Baru Mandiri, Umi Hani, salah satu distributor PT Petrokimia Gresik. Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Poktan Sumber Sari 1, Umi menyatakan kesediaanya untuk memberikan kemudahan untuk memperoleh benih hibrida tersebut.

“Kami menyanggupi, silakan petani membeli dengan skema yarnen (bayar panen). Mereka yang membeli Petro Hibrid, boleh membayarnya jika sudah panen. Dan benih tersebut akan kami drop langsung di kios setempat,” ungkap Umi Hani.

Dalam kesempatan yang sama, KUPTD Kecamatan Balen, Qomari, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa pengurus poktan di Kecamatan Balen. Hal ini berkaitan dengan rencana penananam padi hibrida di 8 desa di Kecamatan Balen.

“Kami rencanakan pelaksanaannya sebelum musim tanam berikutnya. Kami berharap PT Petrokimia Gresik bisa hadir,  untuk sosialisasi pemupukan berimbang dan berbagi pengetahuan tentang benih padi hibrida, khususnya Petro Hibrid,” ujar Qomari.

Sementara itu, ditemui secara terpisah staf peneliti dari Kompartemen Riset PT Petrokimia Gresik, Maranatha, mengemukakan bahwa ada beberapa kelebihan dari Petro Hibrid Hipa 18. Selain kemurnian benihnya 99 %, benih padi hibrida ini mempunyai daya tumbuh minimal 85 %.

“Potensi Produksi Petro Hibrid sebesar 12,8 ton per hektar. Benih ini tahan terhadap penyakit wereng  batang coklat biotipe 1,  blas 073, 133,  dan 173. Selain itu tahan juga terhadap penyakit hawar daun. Tidak hanya itu, kualitas hasil panennya juga bagus, selain prosentase beras kepalanya tinggi, nasinya lebih pulen,” paparnya. (Gigih Sumardiyono/SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *