Sikap Skeptis Dibutuhkan dalam Era Disrupsi

Hal tersebut disampaikan oleh Pimred kompas.com Wisnu Nugroho, ketika menjadi narasumber pada  seminar kehumasan dengan tema “Public Relation Transformation in Disruption Era” yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (PG) pada Rabu (5/9). Dengan banjirnya informasi, kata Wisnu, kita harus bisa membedakan antara informasi yang valid dengan hoax, antara realitas dengan hiperealitas.

“Kita harus mempunyai sikap dasar skeptis dalam menghadapi banjirnya informasi,  keraguan, dan berpikir ulang sebelum mempercayai informasi yang kita terima. Memang dengan membanjirnya informasi ada untung dan  ruginya. Keuntungannya karena semakin banyak informasi yang kita terima. Tapi jika media tidak berperan sebagai verifikator, hanya akan menyebar kebohongan,” paparnya.

Seminar yang mengundang praktisi kehumasan dari beberapa BUMN dan BUMD Jawa Timur, Pupuk Indonesia, Forum Humas (FH) BUMN pusat dan FH BUMN/D Jatim itu, dalam rangka peluncuran buku “Langkah Nyata Menuju Agroindustri”, yang ditulis oleh Direktur Utama PG Nugroho Christijanto.  Acara tersebut  bertepatan dengan ulang tahun Majalah Gema, majalah internal PG, yang ke 40, dan peluncuran aplikasi majalah digital Gema 4.0.

“Saya salut pada Gema sebagai majalah internal perusahaan yang dalam 4 dekade ini masih bertahan. Dan diharapkan Gema berperan sebagai verifikator berbagai informasi yang masuk. Sebab pada era disrupsi media mempunyai banyak sumber informasi, tapi harus dipastikan informasi yang valid,” ujarnya.

Lebih lanjut Wisnu menyampaikan, era disrupsi pada dunia media bukan untuk dihindari, sebab merupakan sebuah keniscayaan. Dan media digital adalah sesuatu yang menantang, jika tidak segera bertransformasi, jelas Wisnu, maka kita akan tertinggal.

Dihubungi secara terpisah, Nugroho menyampaikan bahwa seminar ini dimaksudkan untuk menyikapi pesatnya perkembangan teknologi digital kontemporer, dan pengaruhnya terhadap profesi kehumasan. Karena perkembangan teknologi digital telah banyak merubah strategi dan teknik bekerja hampir seluruh profesi yang ada, termasuk kehumasan.

“Saat ini kehumasan juga menjadi salah satu strategi dalam menjalankan aktivitas pemasaran. Sehingga perusahaan merasa perlu mendalami aspek kehumasan sebagai salah satu pendekatan strategis,” paparnya.

Nugroho mengungkapkan, PG juga mempersiapkan strategi kehumasan yang baik untuk mempromosikan  destinasi Solusi Agroindustri. Karena dampak dari penyebaran informasi di dunia digital saat ini sudah sangat luas dan masif, maka kami juga menaruh perhatian serius di sini.

Seminar kehumasan yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab hingga pukul 12.15 WIB tersebut, juga menghadirkan Muhammad David, Senior Analyst Digital Intelligence of Edelmen Indonesia.  (Made Wirya)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *