Bangkitkan Minat Bertani Generasi Muda, Desa Tejo Adakan Lomba Balap Traktor

Peringatan hari jadi yang ke 630 Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro beda dari sebelumnya. Hari jadi desa yang terletak 18,5 kilometer dari Kota Bojonegoro itu, tahun ini dimeriahkan dengan lomba balap traktor. Lomba unik ini diikuti oleh 71 peserta, 13 di antaranya adalah ibu-ibu. Lomba dilaksanakan pada Minggu (9/9) di Embung Bang Boto.

Menurut Komarudin, Kepala Desa Tejo, selain untuk memeriahkan hari jadi desanya lomba ini merupakan rangkaian peringatan HUT Republik Indonesia ke 73. Selain balap traktor, desanya juga mengadakan lomba layang-layang hias, karaoke, festival drum band dan beberapa lomba lainnya.

“Selain sebagai hiburan, lomba ini bertujuan sebagai wahana untuk menjalin keakraban  dan kebersamaan masyarakat. Sebab dengan adanya lomba ini, masyarakat Desa Tejo, bahkan dari desa tetangga, berbondong-bondong datang untuk menikmati lomba yang menghibur ini,” jelasnya.

Lomba ini, sambung Komarudin, melibatkan semua elemen masyarakat Desa Tejo, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pesertanya tidak hanya dari kelompok tani di Kecamatan Kanor, tapi juga dari beberapa kecamatan di sekitarnya. Bahkan ada juga peserta yang berasal dari Kabupaten Jombang.

Ketua panitia lomba balap traktor, M. Sumbarit, menambahkan, lomba ini juga dimaksudkan untuk memancing minat anak muda untuk terjun ke sawah. Mengingat akhir-akhir ini tidak banyak anak muda yang ingin menjadi petani.

“Anak muda kan selalu mencari sesuatu yang baru dan unik. Dengan adanya lomba ini diharapkan mereka akan datang ke lahan pertanian. Kita tunjukkan pada mereka bahwa mengolah lahan juga ada sisi kegembiraannya. Sehingga kelak mereka akan tertarik untuk menjadi petani,” ungkapnya

M. Sumbarit menambahkan, ide lomba balap traktor muncul karena keprihatinan masyarakat Desa Tejo akan menurunnya jumlah petani muda. Padahal tahun ini Desa Tejo sedang giat-giatnya meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam lomba yang mempunyai muatan edukasi ini, PG menjadi sponsor utama. Hal ini disampaikan oleh Salman, staf penjualan PG untuk wilayah Bojonegoro, Ngawi dan Magetan. Menurutnya hal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PG dalam ikut meningkatkan pengetahuan teknologi pertanian.

“Lomba traktor ini unik, menarik, dan menghibur. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah, sisi edukasinya. Semoga pada waktu mendatang  kami akan membuat acara serupa di Kabupaten Ngawi dan Magetan,” pungkas Salman.  (Adhitya Herwin Dwiputra)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *