Juwet, Buah Ndeso Kaya Manfaat

Saat ini tidak banyak anak muda yang mengenal Jamblang, Duwet, atau Juwet. Buah berwarna ungu gelap ini bentuknya menyerupai anggur tapi agak lonjong. Rasanya  asam, manis, dan sepat. Hingga akhir tahun ’80-an, masih banyak dijumpai Juwet yang dijual di pasar tradisional maupun di dekat sekolah. Setelah makan buah yang pohonnya bisa mencapai tinggi belasan meter ini, lidah kita akan berwarna ungu.

 Tapi siapa sangka buah Juwet mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Tanaman dengan nama latin Syzygium cumini tersebut, adalah tanaman obat penting dalam berbagai sistem pengobatan tradisional. Juwet  berasal dari  Amerika Selatan dan Australia, terdiri dari sekitar 1.100 spesies.

Buah Juwet biasanya dikonsumsi dengan terlebih dahulu ditaburi sedikit garam, kemudian  dikocok. Rasa asin dari garam menjadikan Juwed terasa segar dan semakin kaya rasa. Selain dikonsumsi sebagai buah, ternyata buah yang dikenal kaya akan vitmin A dan vitamin C ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Karena memiliki indeks glikemik (IG) rendah, penderita diabetes melitus aman mengkonsumsi buah ini. Selain itu, Juwet dipercaya bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga 30 %. Kandungan asam ellagic, anthocyanins, dan anthocyanidins di dalam Juwet, berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah oksidasi kolesterol dan formasi plak yang memicu penyakit jantung.

Jika dikonsumsi secara rutin Juwet membantu mencegah hipertensi, karena  merupakan sumber kalium. Dari 100 gr buah Juwet, mengandung 55 mg kalium. Juwet  juga mengandung kalsium, zat besi, dan vitamin C,  sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kandungan tersebut membuat buah ini baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan kekuatan tulang.

Daun, kulit, batang dan biji Juwet bisa digunakan sebagai obat infeksi. Tanaman ini juga mengandung senyawa  asam malat, asam galat, asam oksalat dan tanin. Kandungan senyawa tersebut berfungsi sebagai antimalaria, sifat antibakteri dan gastroprotektif. Ekstrak buah Juwet mampu menghambat radiasi yang disebabkan oleh generasi radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. (SP/Sumber foto: www.quora.com)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *