Peran Pembenah Tanah pada Budidaya di Lahan Suboptimal

Membudidayakan komoditas pertanian di lahan suboptimal, baik lahan kering masam maupun lahan kering musim kering,  membutuhkan perlakuan khusus. Menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), yang dimaksud dengan lahan suboptimal adalah lahan yang secara alamiah mempunyai produktivitas rendah karena faktor internal dan eksternal.

Secara umum lahan kering di Indonesia mempunyai kandungan bahan organik rendah. Terlebih lagi untuk lahan kering masam, selain kandungan bahan organiknya rendah, tingkat keasamannya tinggi sehingga bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Penambahan bahan organik mutlak dilakukan agar kesuburan tanah di lahan supoptimal tersebut menjadi meningkat. Penambahan bahan organik bisa dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk organik, baik yang dibuat sendiri maupun pupuk organik jadi yang banyak dijual di pasaran.

Agar lebih praktis, simpel, dan dengan harga terjangkau, petani bisa memanfaatkan Petroganik, pupuk organik bersubsidi dari pemerintah. Pupuk organik produksi PT Petrokimia Gresik tersebut,  memiliki kandungan C-organik minimal 15 %,  C/N ratio, 15 – 25. -, kadar air, maksimal 8-20%, dengan pH, 4 – 9.

Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan mengungkapkan,  khusus untuk lahan kering masam pemberian kapur pertanian  sangat direkomendasikan dengan dosis tergantung hasil analisis tanah.  Amelioran atau pembenah tanah tersebut, diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah terakhir, lalu diinkubasi selama 7-14 hari kemudian dilakukan penanaman.

Menurut GM Pemasaran dan Logistik PT Petrokimia Gresik (PG) Wismi Budiono, selain Petroganik, PT Petrokimia Gresik juga memproduksi Kapur Pertanian Kebomas dan Petro Cas. Kapur Pertanian Kebomas merupakan kapur pertanian yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

“Kapur Pertanian Kebomas bermanfaat untuk menetralkan pH tanah, dan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah, sehingga mudah diserap tanaman. Selain itu Kapur Pertanian Kebomas mampu meningkatkan populasi  dan aktivitas mikro organisme, yang sangat menguntungkan terhadap ketersediaan hara tanah,” ujarnya.

Sedangkan Petro-Cas, lanjutnya, merupakan pembenah tanah yang mengandung CaSO4.2H2O sebesar 90 %. Selain memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, Petro-Cas  menyediakan unsur hara Sulfur (S) dan Calsium (Ca), dan berperan dalam memperbaiki perakaran tanaman.

“Unsur hara S  bermanfaaat untuk pembentukan klorofil dalam proses fotosintesis, yang menghasilkan pati, lemak, minyak, gula, dan vitamin. Unsur hara Ca berperan dalam perkembangan sistem perakaran tanaman, peningkatan kualias buah, dan aktivitas stomata daun. Tidak hanya itu, Ca juga berperan dalam metabolisme penyerapan nutrisi lainnya, dan meningkatkan sel tanaman,” paparnya. (SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *